400 Personel SAR Evakuasi 2 Korban Terjebak Ledakan di Grand Polonia Medan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana rumah yang terdampak ledakan di Komplek Grand Polonia Medan, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (20/7/2026).  Foto: Antara/Handout via Humas Brimob Polda Sumut
zoom-in-whitePerbesar
Suasana rumah yang terdampak ledakan di Komplek Grand Polonia Medan, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (20/7/2026). Foto: Antara/Handout via Humas Brimob Polda Sumut

Tim Search and Rescue (SAR) gabungan mengerahkan 400 personel untuk mengevakuasi 2 korban yang masih terjebak puing bangunan akibat ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (21/7).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan proses evakuasi saat ini difokuskan pada lantai dua rumah yang roboh. Bangunan tersebut diketahui memiliki tiga lantai.

"Perkembangan saat ini, Tim SAR gabungan berjumlah sekitar 300 sampai 400 orang. Kami juga mengerahkan tiga unit ekskavator dan satu unit crane untuk melaksanakan proses evakuasi yang difokuskan pada lantai dua bangunan yang runtuh semalam," kata Hery saat ditemui di lokasi, Selasa (21/7).

Hery mengatakan, berdasarkan data sementara, masih ada dua korban yang diduga berada di dalam reruntuhan bangunan. Sebelumnya, tim SAR telah menemukan seorang korban perempuan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 02.20 WIB.

Personel Brimob Polda Sumatera Utara memeriksa rumah yang terdampak ledakan di Komplek Grand Polonia Medan, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (20/7/2026). Foto: Antara/Handout via Humas Brimob Polda Sumut

"Indikasinya masih ada dua orang lagi yang kami upayakan untuk dievakuasi. Pada pukul 02.20 WIB tadi kami menemukan satu korban perempuan, kemudian sudah kami evakuasi dan kami serahkan kepada pihak keluarga," ujarnya.

Kendala di Lapangan

Menurut Hery, proses evakuasi menghadapi sejumlah kendala, terutama akses menuju lantai dua yang sangat sempit serta kondisi reruntuhan bangunan yang belum stabil.

"Tantangan Tim SAR gabungan di lokasi, pertama akses menuju lantai dua sangat sempit. Kedua, material bangunan yang runtuh masih labil sehingga membahayakan personel saat melakukan evakuasi," imbuhnya.

Hingga saat ini, empat orang berhasil selamat, yakni seorang balita bernama Jeavelin (2), Hasan yang merupakan penghuni rumah, seorang sopir, dan seorang kurir. Sementara itu, satu perempuan ditemukan meninggal dunia dan dua korban lainnya masih dalam pencarian.

Penyebab Ledakan

Sebelumnya, Polrestabes Medan menyampaikan dugaan awal bahwa ledakan dipicu oleh kebocoran pipa gas bawah tanah di kawasan Perumahan Grand Polonia.

"Hasil investigasi awal menunjukkan adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah," kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak di lokasi, Senin (20/7).

Jean mengatakan, indikasi kebocoran tersebut diketahui setelah petugas melakukan pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi gas.

"Tadi kami sudah masuk menggunakan alat pendeteksi gas dan memang terdeteksi adanya gas di lokasi," ujarnya.