401 WNI ABK Menumpuk di Soetta, Kemenhub Minta Protokol Kesehatan Diperketat

kumparanNEWSverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
401 WNI yang bekerja sebagai ABK di 3 kapal pesiar luar negeri menumpuk di Bandara Soekarno-Hatta. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
401 WNI yang bekerja sebagai ABK di 3 kapal pesiar luar negeri menumpuk di Bandara Soekarno-Hatta. Foto: Istimewa

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta PT Angkasa Pura II (AP II) dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) lebih antisipatif terhadap jadwal kedatangan penumpang di bandara. Kemenhub meminta kesiapan dalam penerapan protokol kesehatan terkait penanganan virus corona di bandara.

Hal ini disampaikan terkait adanya kejadian penumpukan kedatangan 401 WNI ABK yang tiba secara bersamaan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta atau Bandara Soetta pada Kamis (7/5) siang hingga sore.

“Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No 18 tahun 2020, diwajibkan kepada seluruh operator bandara untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat, termasuk dengan mengatur jaga jarak penumpang baik di saat keberangkatan maupun kedatangan di semua lokasi di bandara,“ kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Novie Riyanto, dalam keterangan resminya.

“Sebelumnya kami juga telah mengingatkan agar KKP yang berada di bawah Kementerian Kesehatan memberikan layanan yang lebih baik kepada para penumpang agar tidak terjadi antrean panjang,” imbuhnya.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Novie Riyanto. Foto: Kelik Wahyu Nugroho/kumparan

Tercatat ada 401 WNI ABK yang tiba hampir bersamaan menggunakan tiga pesawat yang berbeda di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Mereka harus melewati proses protokol kesehatan berupa pengecekan Health Alert Card, pemeriksaan suhu tubuh.

Kemudian, pemeriksaan saturasi oksigen, wawancara per penumpang dan rapid test untuk WNI yang bekerja sebagai ABK. Prosesnya memakan waktu yang tidak sebentar sehingga terjadi antrean panjang yang menyebabkan penumpukan orang di beberapa titik.

“KKP harus lebih cepat memberikan pelayanan dengan menambah lebih banyak sumber daya manusia di bandara, dan juga harus lebih baik dalam memberikan penjelasan tentang proses pengecekan kesehatan kepada seluruh penumpang,” jelas eks Dirut AirNav Indonesia itu.

“Pihak AP II juga harus lebih baik lagi dalam mengatur dan mengawasi penerapan jaga jarak di bandara, agar tidak terjadi lagi penumpukan yang justru tidak selaras dengan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Petugas dengan masker berjaga di Bandara Soekarno Hatta Terminal 3 CGK. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Novie memastikan saat ini kondisi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sudah kembali normal dan kedatangan penumpang sudah dapat ditangani dengan baik.

“Kepada seluruh anggota masyarakat khususnya kepada penumpang yang mengalami antrian panjang, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Selanjutnya Kantor Otoritas Bandar Udara akan melaksanakan pengawasan lebih ketat terhadap hal ini guna menghindari kejadian serupa terulang kembali,” tutup Novie.

kumparan post embed

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

--------------------------------

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.