42 Santri Pondok Pesantren di Bungbulang Garut Positif COVID-19

Puluhan santri Pondok Pesantren Roudlotul Qur'an Alyusufi Rajawali di Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, positif COVID-19. Dampaknya, aktivitas di pesantren itu pun terpaksa dihentikan sementara.
Humas Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut Yeni Yunita menyebut, bahwa hingga saat ini jumlah santri yang terpapar COVID-19 mencapai 42 orang.
“Yang dinyatakan positif dibawa ke Rumah Sakit Medina untuk diisolasi, sedangkan yang negatif dikarantina di pesantren,” katanya Selasa (26/1).
Saat ini, diungkapkan Yeni, pengurus pesantren sudah melakukan pengetatan penerapan protokol kesehatan. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19 sehingga memunculkan klaster baru.
“Kita juga akan memberikan pembinaan melalui sosialisasi tentang bahaya penularan COVID-19,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Bungbulang Caca Rifai mengatakan, aktivitas pesantren yang menjadi klaster penyebaran COVID-19 dihentikan sementara agar penyebaran wabah tidak meluas.
“Para santri dikarantina di pesantren dan tidak boleh melakukan aktivitas keluar masuk pesantren sejak Jumat (22/1) selama 14 hari,” kata Camat.
Saat ini, menurutnya, ada sekitar 68 santri yang dikarantina mandiri di pesantren dan statusnya kontak erat dengan mereka yang dinyatakan positif corona. Selama menjalani karantina mandiri, para santri dipantau langsung oleh petugas dari Puskesmas setempat.
“Jika ada santri yang bergejala, pihak puskesmas akan melakukan tes swab. Puskesmas juga akan terus menyuplai kebutuhan vitamin para santri. Kami tadinya ingin mengajukan untuk jadup (jatah hidup) santri. Alhamdulillah kemarin ada bantuan dari Bupati Garut berbentuk beras, susu, dan uang kepada para santri," jelasnya.
Selain memantau santri, Caca mengaku bahwa pihaknya juga memantau kondisi warga di sekitar pesantren karena lokasinya berdekatan. Walau begitu, tracing kepada warga baru akan dilakukan kalau muncul gejala.
Kemunculan klaster pesantren di Bungbulang, diketahui oleh Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut pada Jumat (22/1). Klaster pesantren di Garut ini merupakan yang kesekian kalinya setelah kasus di sejumlah pesantren lainnya di beberapa kecamatan di Garut.
