423 Orang Ditangkap Usai Demo Berdarah Nepal yang Tumbangkan Pemerintah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Demonstran berkumpul saat asap mengepul di kompleks Parlemen, Kathmandu, Nepal, Selasa (9/9/2025). Foto: Adnan Abidi/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Demonstran berkumpul saat asap mengepul di kompleks Parlemen, Kathmandu, Nepal, Selasa (9/9/2025). Foto: Adnan Abidi/REUTERS

Kepolisian Nepal menangkap 423 orang yang diduga terlibat dalam berbagai kejahatan, mulai dari pembunuhan hingga vandalisme, terkait aksi demonstrasi besar pada September lalu yang menumbangkan pemerintahan Nepal.

Data penangkapan ratusan orang itu dirilis kepolisian pada Senin (10/11). Para tersangka juga termasuk pemilik senjata ilegal, pelaku pencurian, hingga tindakan asusila.

“Sebuah tim sedang menyelidiki insiden tersebut dan kami tengah berupaya mengumpulkan informasi,” ujar Juru Bicara Kepolisian Nepal, Abi Narayan Kafle, seperti dikutip dari AFP.

Polisi di Nepal tangkap demonstran. Foto: Navesh Chitrakar/REUTERS

Demonstrasi besar di Nepal pecah pada 8 September 2025, tak lama setelah pemerintah memblokir akses ke media sosial.

Gerakan itu dipimpin oleh kelompok Gen Z, yang terdiri dari kaum muda berusia di bawah 28 tahun. Mereka memprotes kesulitan ekonomi dan maraknya korupsi di tubuh pemerintahan.

Aksi yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi kerusuhan besar, dengan massa membakar gedung parlemen dan Mahkamah Agung.

Menurut data otoritas Nepal, kerusuhan selama dua hari menewaskan 76 orang, terdiri atas 63 demonstran, 10 narapidana yang melarikan diri, dan tiga petugas kepolisian.

Usai demonstrasi, kepolisian mulai melakukan penangkapan terhadap para penggerak dan pelaku kerusuhan. Namun baru pada Senin ini pihak berwenang mengumumkan jumlah resmi tersangka yang ditahan.