44 Ribu Lebih Anak Keluarga Miskin Dapat Akses Pendidikan Gratis Sekolah Rakyat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Biro Humas Kemensos Devi Deliani sampaikan lebih dari 44 ribu anak dari keluarga miskin di 182 wilayah kembali dapatkan akses pendidikan gratis melalui Sekolah Rakyat di Jakarta, Jumat (18/9/2026).  Foto: Dok. Kemensos
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Biro Humas Kemensos Devi Deliani sampaikan lebih dari 44 ribu anak dari keluarga miskin di 182 wilayah kembali dapatkan akses pendidikan gratis melalui Sekolah Rakyat di Jakarta, Jumat (18/9/2026). Foto: Dok. Kemensos

Pemerintah terus melakukan upaya untuk menghadirkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Saat ini, lebih dari 44 ribu anak dari berbagai jenjang pendidikan mendapatkan kembali akses pendidikan gratis dan berkualitas melalui program Sekolah Rakyat.

“Pemerintah memastikan lebih dari 44 ribu anak dari keluarga miskin jenjang SD, SMP, hingga SMA kembali mendapat akses pendidikan berkualitas secara gratis, sehingga kemiskinan orang tua tidak lagi menjadi penghalang masa depan anak,” kata Kepala Biro Humas Kemensos Devi Deliani di Jakarta, Jum’at (18/9/2026).

Kepala Biro Humas Kemensos Devi Deliani sampaikan lebih dari 44 ribu anak dari keluarga miskin di 182 wilayah kembali dapatkan akses pendidikan gratis melalui Sekolah Rakyat di Jakarta, Jumat (18/9/2026). Foto: Dok. Kemensos

Program yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto ini, bertujuan untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan dan pemberdayaan, sehingga kemiskinan orang tua tidak lagi menjadi penghalang masa depan anak.

Kepala Biro Humas Kemensos Devi Deliani sampaikan lebih dari 44 ribu anak dari keluarga miskin di 182 wilayah kembali dapatkan akses pendidikan gratis melalui Sekolah Rakyat di Jakarta, Jumat (18/9/2026). Foto: Dok. Kemensos

Sekolah Rakyat kini telah menjangkau 182 wilayah, melonjak dari 166 titik dan lebih dari 14.700 peserta didik di tahun pertama. Komitmen negara untuk terus memperluas jangkauan agar anak yang selama ini tidak tertampung bisa kembali duduk di bangku sekolah.

Setiap siswa terdaftar berdasarkan nama dan alamat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). "Sehingga bantuan negara sampai tepat pada anak yang benar-benar membutuhkan, bukan sekadar angka di atas kertas" ujarnya.

Kepala Biro Humas Kemensos Devi Deliani sampaikan lebih dari 44 ribu anak dari keluarga miskin di 182 wilayah kembali dapatkan akses pendidikan gratis melalui Sekolah Rakyat di Jakarta, Jumat (18/9/2026). Foto: Dok. Kemensos

Tahun ini, 93 gedung Sekolah Rakyat permanen telah rampung dibangun, mulai beroperasi pertengahan Juli hingga awal September ini, agar semakin banyak anak belajar dengan fasilitas setara sekolah unggulan tanpa harus menunggu lebih lama.

Kepala Biro Humas Kemensos Devi Deliani sampaikan lebih dari 44 ribu anak dari keluarga miskin di 182 wilayah kembali dapatkan akses pendidikan gratis melalui Sekolah Rakyat di Jakarta, Jumat (18/9/2026). Foto: Dok. Kemensos

Sesuai arahan Presiden Prabowo, negara menargetkan lebih dari 150 ribu siswa terlayani pada 2027, hingga kelak setiap kabupaten dan kota memiliki minimal satu gedung permanen berkapasitas lebih dari 2 ribu siswa