45 Ribu Pecalang Dikerahkan Ikut Amankan Pilkada Bali 2018

Provinsi Bali akan menggelar 3 Pilkada secara serentak bulan depan di Pilkada 2018. Yaitu Pilgub Bali (2 kandidat), Pilkada Kabupaten Gianyar (2 kandidat), Pilkada Kabupaen Klungkung (2 kandidat).
Untuk mengamankan Pilkada itu, sekitar 45.000 pecalang dari seluruh Desa Pakraman di Bali akan turut diturunkan untuk membantu aparat kepolisian dalam pengamanan Pilkada.
Perwakilan pecalang itu mengikuti Deklarasi Pecalang dan Babhinkamtibmas se-Bali dalam rangka pengamanan Pilkada Bali Tahun 2018 yang dihadiri 726 Bhabinkamtibmas dan 1770 pecalang se-Bali, Rabu (23/5).
"Ini bagaimana Polri berkolaborasi dengan Pecalang, secara nyata saat Pilkada. Kami punya kurang lebih 45.000 pecalang, di mana masing-masing desa pekraman ada 30 orang," ujar Jro Gede Suwena di Lapangan Niti Mandala Renon, Monumen Bajra Sandi, Denpasar, Rabu (23/5).

Ia menyampaikan pecalang sebagai satuan keamanan tradisional Bali memiliki fungsi yang sama untuk melayani masyarakat. Namun memang kapasitasnya terbatas pada wilayah desa pekraman. Ia menyampaikan dengan momen ini para pecalang sepakat menjaga Bali secara damai.
"Seluruh pecalang Bali, sudah kami beritahu lewat bendesa pakraman untuk menjaga wilayah masing-masing termasuk gangguan keamanan lain seperti yang terjadi di beberapa daerah di luar Bali. Terutama untuk peningkatan kewaspadaan kepada para pecalang," tambahnya.
Sementara Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose, menyampaikan bahwa sampai saat ini tidak ada kejadian yang menonjol di Bali. Namun menyikapi situasi sekarang yang ada dengan berbagai kejadian di beberapa daerah, tetap perlu peningkatan kewaspadaan.
Tidak hanya dari aparat keamanan juga dari masyarakat Bali sendiri termasuk dengan kehadiran Pecalang untuk membantu polri sebagai leading sector dalam pengamanan Pilkada 2018.

"Menyikapi banyak kejadian di tempat lain juga merasa perlu menyiagakan alert dari masyarakat bersama petugas keamanan dan ketertiban. Didukung stakeholder, baik TNI, Pemda, lntelijen karena Bali ini rentan terhadap gangguan kamtibmas," kata Golose.
"Sehingga Saya sebagai Kapolda Bali menyadari kami tidak bisa sendiri jadi kami perlu dukungan rakyat. Yang paling jelas di Bali ini adalah Pecalang. Ada di tiap desa, dan sesuai UU bagaimana pengamanan swakarsa. Terstruktur dan di bawah MUDP," paparnya.
Ia menambahkan saat ini pihaknya memastikan tidak ada implikasi dari yang terjadi di daerah lain terhadap Bali. Namun pihaknya tetap waspada terhadap isu-isu yang rentan terkait keamanan di Bali.
"Manifestasi kita menjaga dari isu-isu rentan. Sampai sekarang tidak ada implikasi, ini yang kami harapkan. Biar kami dan stakeholder yang lain bekerja dibantu masyarakat," tandasnya.

