46 Pelajar di Medan Tawuran saat Hari Guru, 1 Orang Tewas Dibacok
·waktu baca 2 menit

Peringatan Hari Guru pada Jumat (25/11) di Kota Medan tercoreng karena aksi tawuran pelajar. Para pelajar terlibat tawuran di 12 lokasi.
Polisi bergerak setelah menerima laporan dan menangkap 46 orang pelajar.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa mengatakan, tawuran terjadi pada siang hari atau tepatnya setelah pelajar mengikuti perayaan hari guru.
“Dari lokasi yang bisa kami data kan dan bisa kami ambil tindakan, ada 12 lokasi pada hari tersebut (terjadi tawuran). Dari 12 lokasi tersebut, berhasil kita amankan 46 pelajar. Dari 46 pelajar itu, ada sekitar 8 orang (kita jadikan) tersangka,” kata Valentino saat paparan di Mapolrestabes Medan, Minggu (27/11).
Akibat tawuran itu, seorang pelajar SMK Negeri 9 bernama Farid (15) tewas karena dibacok pelajar lain.
Dari penyidikan, tawuran yang terjadi tidak sepenuhnya melibatkan para pelajar. Namun alumni sekolah ada yang ikut terlibat.
“Ternyata tidak semuanya murni pelajar, tapi sebagian besar, tetap menggunakan seragam pelajar. Dari fakta yang kami dapatkan, mereka alumni dari sekolah,” ujar Valentino.
Valentino mengatakan, polisi sebenarnya telah berkoordinasi dengan sekolah maupun Pemkot Medan untuk mengantisipasi tawuran antar pelajar. Tetapi tetap saja aksi tersebut terjadi.
“Dengan Pemkot Medan kita menggelar event balap motor, pengarahan ke sekolah juga,” ucap dia.
“Hari libur atau hari hari masuk setengah hari. Misalnya Hari Guru ini. Potensinya besar, karena memang ternyata siswa ini masuknya setengah hari, kita sudah antisipasi sejak awal,” tutur dia.
Lebih lanjut, berkaca dari kasus itu, polisi akan semakin intens berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Sumut maupun Kota Medan.
“Kita kumpulkan kepada sekolah untuk kita berembuk bersama, bagaimana kita bekerja sama untuk mengantisipasi, agar kejadian ini tidak terulang lagi. Karena menurut hemat saya, penting peran sekolah dan juga orang tua untuk sama-sama mengawasi para pelajar,” tutup Valentino.
