5 ART Remaja Kabur dari Rumah Majikan di Jatinegara: Disuruh Pijat hingga Pagi
·waktu baca 2 menit

5 Orang asisten rumah tangga dengan (ART) di bawah umur kabur dari rumah majikannya karena diduga dipekerjakan dengan tak layak.
Kasi Humas Polres Jakarta Timur, AKP Lina, mengatakan mereka adalah AT (17), RW (17), UH (16), RN (15), dan SS (16).
"Waktu kejadian Senin, 12 Februari 2024 sekitar pukul 03.30 WIB. [Rumah majikan] Jalan Jatinegara Timur II, Rawabunga, Jatinegara, Jakarta Timur," ujar Lina, saat dikonfirmasi Kamis (14/3).
Lina memastikan usai diperiksa dari Unit PPA Polres Jakarta Timur, para korban tidak pernah mengalami kekerasan fisik.
"Kekerasan fisik tidak ada," sambungnya.
Menurut Kanit PPA Iptu Sri Yatmini secara terpisah, para korban tidak diberikan hak-haknya untuk hidup layak.
"Baik dari pengakuan anak korban, yang bersangkutan itu tidak diberikan hal-hal yang layak. Contohnya yang bersangkutan disuruh bekerja mijit tuannya itu sampai jam 5 pagi. Jadi untuk makanannya sendiri dibatasi. sehingga anak-anak ini kelihatan kurus," terang Sri.
Sri mengatakan, rumah tersebut sebelumnya memang milik seorang dokter. Namun sekarang sudah tidak ditinggali dan hanya ditinggali pelaku. Polisi masih memburu pelaku yang menghilang.
"Untuk sampai saat ini masih proses penyelidikan [pelaku]," jelas Sri
Polisi mengatakan, kelima korban yang berasal dari Brebes itu bisa menjadi ART setelah salah satu tetangga membawa mereka ke pelaku. Saat ini polisi juga mendalami dugaan tindak pidana perdagangan orang.
"Nanti akan kami dalami di situ [TPPO]. Karena ini memang anak dari salah satu desa kecil di Jawa Tengah. Memang yang membawa itu dari mulut ke mulut," sambungnya.
Kini, kepolisian memastikan kelima anak tersebut dalam kondisi sehat dan telah dibawa ke rumah aman serta mendapat pendampingan dari psikolog.
"Kami sudah hubungi orang tua mereka karena anak-anak ini memang harus dalam pendampingan yang bersangkutan, tapi anak-anak kami pastikan saat ini aman. Ada di rumah aman, dalam perlindungan kami dan semua lembaga," tutupnya.
