5 Bayi Korban Sindikat Perdagangan Bayi Dititipkan ke Panti Asuhan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Panti Asuhan Bayi Sehat (PABS) Muhammadiyah Cabang Sukajadi, yang menjadi tempat dari penampungan bayi yang berhasil diselamatkan dari jual beli ke Singapura, Kamis (17/7/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Panti Asuhan Bayi Sehat (PABS) Muhammadiyah Cabang Sukajadi, yang menjadi tempat dari penampungan bayi yang berhasil diselamatkan dari jual beli ke Singapura, Kamis (17/7/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan

Sebanyak 25 bayi menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking) ke Singapura dengan modus adopsi. Dari 25 bayi tersebut, 6 di antaranya berhasil diselamatkan di Tangerang dan Pontianak.

Salah satu bayi yang diselamatkan di Tangerang telah diserahkan kembali kepada orang tua kandungnya, yakni DH selaku pelapor kehilangan anak. Sementara lima lainnya masih dalam perawatan Panti Asuhan Bayi Sehat Muhammadiyah.

Kepala Panti Asuhan Bayi Sehat Muhammadiyah Peri Sopian mengatakan, kelima bayi tersebut diserahkan pada Senin malam (14/7) dan semuanya dalam kondisi sehat.

“Sehat, karena di sini perawat juga didampingi oleh petugas kesehatan,” ucapnya saat ditemui di lokasi, Jumat (18/7).

Adapun jenis kelamin lima bayi itu, masing-masing dua orang perempuan dan tiga laki-laki. Mereka masih berusia 5 bulan hingga 1 tahun.

Sejumlah tersangka digiring untuk dihadirkan saat rilis pengungkapan kasus perdagangan manusia dengan korban bayi di Mapolda Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Kamis (17/7/2025). Foto: Novrian Arbi/ANTARA FOTO

Saat disinggung apakah boleh masyarakat umum mengadopsi bayi tersebut, Peri menjelaskan, perlu ada perizinan dari Polda Jabar. Kendati demikian, orang tua kandung dari kelima bayi itu dapat merawatnya kembali.

“Saya kira tujuan dari Polda (Jabar) untuk mengatasi permasalahan ini supaya anak berkumpul dengan keluarganya,” ungkapnya.

Sebelum dirawat kembali oleh para orang tuanya, panti asuhan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu terkait dokumen, kondisi ekonomi, dan psikologis orang tuanya.

“Iya, jelas. Ada asesmen dan sebagainya. Ada penguatan untuk keluarganya berupa terapi. Psikologis dan lain-lainnya. Kemampuan ekonominya,” tuturnya.

Polisi Cari Orang Tua Bayi

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan usai melakukan penggerebekan kasino di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/6/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan untuk saat ini kepolisian akan menyelidiki terlebih dahulu keberadaan orang tua kandung 6 bayi yang diselamatkan.

“Jadi nanti dari 25, kita persempit lagi dulu yang 6 ini. Yang sudah ada di depan kita ini, 6 ini menjadi target kita. Orang tuanya dari mana ini? Setelah itu baru kita tahu identitasnya, baru kita akan telusuri,” ucapnya.

"Apa faktor penyebab orang-orang tuanya ini bisa melimpahkan kepada perekrut? Pasti di sini kuncinya dari para perekrut yang saat ini ada 4 orang (tersangka yang sudah ditahan)," lanjut dia.