News
·
27 Mei 2021 7:11
·
waktu baca 3 menit

5 Berita Populer: Pecel Lele Malioboro Mahal;Jakcloth Tutup 18 Gerai

Konten ini diproduksi oleh kumparan
5 Berita Populer: Pecel Lele Malioboro Mahal;Jakcloth Tutup 18 Gerai (9353)
searchPerbesar
Ilustrasi pecel lele. Foto: Shutter Stock
Sejumlah peristiwa penting dan menarik menjadi berita populer pada Rabu (26/5). Mulai dari Pecel Lele Malioboro mahal hingga Jakcloth akan menutup 18 gerainya di seluruh Indonesia.
ADVERTISEMENT
Bagi Anda yang tak sempat mengikuti perkembangan informasi terkini di hari sebelumnya, kumparan merangkum lima berita populer di antaranya. Apa saja?
Pemkot Yogya Telusuri Pecel Lele Harga Mahal di Malioboro, Apa Hasilnya?
Akun instagram @cetul.22 telah menghebohkan dunia maya dengan mengunggah video harga pecel lele di Malioboro pada Rabu (26/5). Dalam video tersebut, ia menyebut harga pecel lele yang dibeli tidak masuk akal. Ia juga menjelaskan bahwa harga pecel lele di situ mencapai Rp 20 ribu. Harga tersebut belum termasuk nasi dan lalapan.
Menanggapi hal tersebut, Pemkot Yogyakarta lantas turun tangan untuk menelusuri warung lesehan di Malioboro yah menaikkan harga dengan tak wajar. Dan menurut keterangan Wakil Wali Kota Yogyakarta hasil penelusuran Pemkot Yogyakarta tidak ada warung lesehan di Malioboro yang nuthuk.
ADVERTISEMENT
"Jadi dari penelusuran tim Jogoboro dan sudah ketemu dengan seluruh pedagang dan pimpinan komunitas, di sepanjang jalan Malioboro tidak ada," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi dikonfirmasi, Rabu (26/5).
Pengakuan Pegawai KPK yang Lulus TWK: Pertanyaannya Enggak Nyambung
Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status menjadi ASN masih menjadi polemik. Pegawai KPK yang lulus tes TWK sebanyak 1.271 pegawai. Sementara 75 lainnya dinyatakan tidak lulus. Bahkan 51 di antaranya sudah tidak bisa bekerja di KPK karena memiliki rapor merah. Dan 25 pegawai diarahkan untuk mengikuti diklat untuk syarat dinyatakan lulus tes atau tidaknya.
TWK tidak hanya dinilai bermasalah dari sisi hukum. Melainkan, juga dinilai bermasalah dari segi substansi. Mereka yang lulus TWK pun buka suara bagaimana 'anehnya' pertanyaan-pertanyaan dalam tes tersebut.
ADVERTISEMENT
2 orang pegawai KPK yang lolos tes TWK mengatakan bahwa mereka sempat ditanya soal LGBT. Ditanya apakah pendukung FPI atau HTI, atau bukan. Dan soal-soal yang berbau rasis juga ditanyakan, seperti 'Cina itu rasis' hingga 'orang Jepang itu jahat'.Pertanyaan-pertanyaan ini dinilai tidak ada korelasinya dengan tugas di KPK. Terlebih tes itu dilakukan oleh TNI AD, BIN, dan lembaga sejenis.
Satu RT di Jagakarsa 'Lockdown' Usai 14 Warga Corona, Klaster Mudik
Kawasan pemukiman di Jagakarsa, Jakarta Selatan menerapkan penguncian untuk wilayah lokal, yakni RT4/RW2 Kelurahan Srengseng Sawah. Hal tersebut dilakukan setelah adanya 14 warga positif COVID-19. Klaster tersebut diduga muncul usai warga melaksanakan mudik dan halal bihalal.
"Di lingkungan itu klasternya banyak, dari klaster pulang kampung dan klaster halal bihalal, terpaksa kami lockdown," kata pengurus RW4 Ferni dikutip dari Antara, Rabu (26/5).
ADVERTISEMENT
Dari 14 warga itu, sebanyak 9 orang di antaranya dirawat di rumah sakit dan tujuh orang lainnya menjalani isolasi mandiri.
5 Juta Vaksin CanSino yang Hanya Sekali Suntik Tiba di RI Mulai Juli
Program vaksinasi gotong royong akan memakai Vaksin Cansino pabrikan China.Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir mengungkapkan sudah ada 50 juta dosis komitmen dengan perusahaan.
"Rencananya kita akan supply agreement dengan mereka sejumlah lima juta dosis, dengan vaksin pertama sekitar 3 juta dosis itu akan datang sekitar Juli-September dan sisa 2 juta dosis akan datang pada kuartal IV 2021," kata Honesti dilihat di Youtube DPR, Rabu (26/5).
Selain itu, menurut penjelasan Honesti, Vaksin Cansino hanya membutuhkan satu kali penyuntikan.
ADVERTISEMENT
Jakcloth Akan Tutup 18 Gerai karena Pandemi, Semua Barang Diskon Habis-habisan
Jakcloth akan segera menutup 18 gerainya di seluruh Indonesia. Hal ini diumumkan lewat instagram @jakcloth. Founder Jakcloth, Ucok Nasution mengungkapkan alasan penutupan dikarenakan daya beli konsumen menurun.
Ia juga menjelaskan peraturan PPKM/PSBB di puncak waktu sales Ramadhan berdampak buruk, sehingga tidak bisa memenuhi target penjualan.
"Penurunan angka penjualannya cukup membuat goyang operasional perusahaan kami, untuk selanjutnya sementara akan kembali fokus penjualan online," lanjut Ucok.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020