5 Berita Populer: Penjelasan Macron hingga Mati Listrik di Jakarta

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Foto: Christophe Ena/AP Photo
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Foto: Christophe Ena/AP Photo

Sejumlah peristiwa penting dan menarik menjadi berita populer pada Minggu (1/11). Mulai dari penjelasan Presiden Prancis Emmanuel Macron soal kontroversi pernyataannya hingga mati listrik di Jakarta.

Bagi Anda yang tak sempat mengikuti informasi terkini di hari sebelumnya, kumparan merangkum lima berita populer di antaranya. Apa saja?

Penjelasan Macron soal Pernyataan Kontroversial

Massa menginjak poster Presiden Prancis Emmanuel Macron saat protes terhadap publikasi kartun Nabi Muhammad di Prancis, di Khan Younis di selatan Jalur Gaza, Palestina (30/10). Foto: Ibraheem Abu Mustafa/REUTERS

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, memberikan penjelasan lengkap terkait pernyataannya yang mengaitkan Islam dengan terorisme. Pernyataannya itu telah memicu kecaman negara Islam di dunia termasuk Indonesia.

"Mereka menyebut bahwa saya mendukung kartun yang menghina nabi (Muhammad). Saya hanya mendukung kemampuan menulis, berpikir, dan menggambar dengan bebas di negara saya. Ini adalah hak dan kebebasan kami," tulis Macron dikutip Minggu (1/11).

embed from external kumparan

Mati Listrik di Sejumlah Daerah di Jakarta

Ilustrasi gardu listrik PLN. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Sejumlah daerah di Jakarta siang kemarin mengalami pemadaman listrik. Warga di Jakarta, Bekasi, Depok, melaporkan kondisi listrik tak menyala sejak sekitar pukul 13.00 WIB.

"Sekitar separuh Jakarta terpaksa mengalami pemadaman. Kami mohon maaf atas kejadian ini," kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) Doddy Pangaribuan, Minggu (1/11).

embed from external kumparan

Indonesia Batal Masuk Daftar Negara Maju

Presiden Joko Widodo menyambut kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (29/10). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia memastikan Pemerintah Amerika Serikat (AS) memperpanjang pemberian fasilitas bebas bea masuk atau Generalized System of Preferences (GSP) untuk produk-produk impor asal Indonesia.

Dengan fasilitas ini, Indonesia masih dikategorikan sebagai negara berkembang. Padahal, Indonesia sempat akan dikeluarkan dari negara penerima GSP pada awal 2020 dan dimasukkan ke dalam kelompok negara maju.

embed from external kumparan

Anggota Moge Tak Tahu Keroyok TNI

Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Polres Bukittinggi, Sumatera Barat, akhirnya mengungkapkan motif beberapa anggota rombongan motor gede (moge) Harley Owners Group (HOG) mengeroyok 2 anggota TNI. Dalam kasus itu, polisi menetapkan 4 tersangka.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake, mengatakan, motif pengeroyokan karena terjadi miskomunikasi. Anggota moge tak tahu yang dikeroyok anggota TNI.

embed from external kumparan

MUI Bicara Hukum Boikot Produk Prancis

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Ni'am di Graha BNPB Foto: Dok. BNPB

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Saleh membeberkan pandangan MUI terkait hukum aksi boikot produk Prancis. Isu ini mencuat setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW dan Islam.

"Sarana memiliki hukum yang sama dengan tujuan, tujuan penghormatan kepada baginda Rasulullah SAW dan mengingatkan akan orang yang menistakan baginda Rasulullah SAW, maka sarana itu bisa jadi menjadi wajib," kata Niam dalam keterangan video kepada wartawan, Minggu (1/11).

embed from external kumparan

***

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.

embed from external kumparan