5 Fakta Deddy Mizwar: Lulusan Apoteker yang Pernah Kerja di Dinkes DKI

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wagub Jabar Deddy Mizwar  (Foto: ANTARA FOTO/Agus Bebeng)
zoom-in-whitePerbesar
Wagub Jabar Deddy Mizwar (Foto: ANTARA FOTO/Agus Bebeng)

Setelah mendampingi Ahmad Heryawan sebagai Wagub Jabar, Deddy Mizwar mencoba peruntungan menduduki kursi Jabar-1. Berpasangan dengan Dedi Mulyadi, pemeran Naga Bonar ini mengantongi dukungan dari Demokrat dan Golkar.

Selain sebagai aktor kawakan, Deddy Mizwar ternyata pernah menjadi pegawai Pemprov DKI. kumparan (kumparan.com) merangkum 5 fakta soal Deddy Mizwar.

1. Aktor Sejak 1980-an

Wagub Jabar Deddy Mizwar  (Foto: ANTARA FOTO/Suwandy)
zoom-in-whitePerbesar
Wagub Jabar Deddy Mizwar (Foto: ANTARA FOTO/Suwandy)

Deddy lebih dikenal sebagai seorang aktor. Salah satu filmnya yang dikenal luas oleh masyarakat adalah Naga Bonar (1987), ia berperan sebagai Jenderal Naga Bonar.

Ia juga pernah mendirikan production house-nya sendiri, PT Demi Gisela Citra Cinema pada 1997. Ia kerap memproduseri sejumlah film dan sinetron. Di antaranya serial Ramadan Lorong Waktu (6 musim), Demi Masa, Kiamat Sudah Dekat, dan Para Pencari Tuhan.

Selama berkarir sebagai aktor layar lebar, ia telah membintangi 38 judul film dan peraih 7 Piala Citra, baik sebagai aktor maupun sutradara.

Kerap berdakwah lewat seni peran. Hal ini ia lakukan karena kerap terkenang masa kecilnya yang tumbuh di tengah nuansa religius Betawi. Pergolakan batin itu yang membuatnya memutuskan untuk berkarya dengan selalu menyisipkan nilai ibadah. Sinetron religi pertamanya adalah Hikayat Pengembara yang tayang selama bulan Ramadan.

Darah seni Deddy Mizwar mengalir dari sang ibu, Sun’ah, yang pernah memimpin sanggar Betawi. Ia kerap diajak manggung hingga akhirnya ketagihan main teater untuk mengasah kemampuan aktingnya. Deddy pernah menjabat sebagai Ketua Badan Pertimbangan Perfilman Indonesia periode 2006-2009.

2. Lulusan sekolah apoteker

Deddy Mizwar dalam acara Partai Demokrat (Foto: Puti Cinintya Arie Safitri/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Deddy Mizwar dalam acara Partai Demokrat (Foto: Puti Cinintya Arie Safitri/kumparan)

Riwayat pendidikan Deddy jauh dari perpolitikan. Ia merupakan lulusan Sekolah Asisten Apoteker dan sempat mengenyam pendidikan di Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ) atau yang sekarang lebih dikenal sebagai Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

3. Pernah Jadi Pegawai Dinkes DKI

Deddy Mizwar di DPP Golkar (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Deddy Mizwar di DPP Golkar (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

Sebelum menjadi aktor, ia mengawali karirnya sebagai pegawai di Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Ia bekerja sebagai PNS hanya selama 2 tahun sebelum akhirnya mencoba peruntungan sebagai aktor.

4. Terjun ke Dunia Politik Sejak 2012

Cagub Jabar Deddy Mizwar bersama istri (Foto: Instgaram @deddymizwar)
zoom-in-whitePerbesar
Cagub Jabar Deddy Mizwar bersama istri (Foto: Instgaram @deddymizwar)

Deddy banting setir ke dunia politik pada 2012. Ia mencalonkan diri sebagai cawagub dalam Pilkada Jabar 2013 bersama Ahmad Heryawan. Dengan perolehan suara 6.515.313 suara atau sekitar 32 persen dari suara sah dari 26 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, keduanya terpilih dalam satu putaran saja dan dilantik pada 13 Juni 2013.

Meskipun mencalonkan diri sebagai cagub Jabar, Deddy bukan orang Jawa Barat asli. Ayahnya merupakan orang Belanda-Betawi, sementara ibunya orang Bugis.

5. Resmi Menjadi Kader Demokrat

Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi (Foto: Antara/M Agung Rajasa)
zoom-in-whitePerbesar
Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi (Foto: Antara/M Agung Rajasa)

Pencalonan Deddy Mizwar di Pilgub Jabar melalui sejumlah dinamika. Jauh sebelum ia dideklarasikan menjadi cagub dengan cawagub Dedi Mulyadi, Deddy Mizwar disebut akan maju bersama Ahmad Syaikhu. Dalam skenario itu, Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu diusung oleh Gerindra dan PKS.

Namun, dalam perkembangannya, Gerindra membatalkan dukungannya bagi Deddy Mizwar. Langkah ini kemudian diikuti oleh PKS. Gerindra-PKS kemudian mengusung Sudrajat-Syaikhu.

Tak perlu waktu lama bagi Deddy Mizwar untuk menemukan pelabuhan baru. Ia kemudian berlabuh ke Partai Demokrat dan mendapatkan dukungan. Tak hanya mendapatkan dukungan, Deddy Mizwar kemudian resmi jadi kader Demokrat. Deddy kemudian bersanding dengan Dedi Mulyadi dan disokong oleh Demokrat dan Golkar.