5 Fakta soal Kasus Murid di Sampang yang Aniaya Guru hingga Tewas

Ahmad Budi Cahyono yang merupakan guru kesenian SMAN 1 Torjun di Sampang, Madura Jawa Timur, meninggal dunia pada Kamis (2/1), karena penganiayaan yang dilakukan muridnya yang berinisial MH.
Kasus yang berujung maut ini menjadi perbincangan warganet bahkan mendapat tanggapan dari beberapa pihak. Mereka menyayangkan aksi murid tersebut dan berharap agar kasus ini jangan sampai terulang.
kumparan (kumparan.com) merangkum lima fakta yang perlu Anda tahu soal kasus murid aniaya guru.
1. Pelaku kesal karena ditegur
Budi sedang mengajar mata pelajaran seni rupa di kelas XII untuk jam pelajaran terakhir, dengan materi seni lukis. Setiap siswa diberikan tugas untuk melukis, termasuk MH.
Namun MH tidak mendengarkan penugasan yang diberikan korban. Dia justru mengganggu teman-temannya dengan mencoret-coret lukisan milik teman. Korban kemudian menegur MH.
Bukannya bersikap tertib dan meminta maaf, MH malah terus-terusan menjahili teman-temannya. Korban lalu mencoret pipi MH dengan cat lukis. Sehingga MH malah semakin berang dan tidak terima.
MH memukul Budi berkali-kali hingga akhirnya dihentikan oleh pihak sekolah. Keduanya juga dimintai keterangan. Setelah itu Budi pulang ke rumah, dia mengeluh kepada istrinya bahwa lehernya sakit kemudian dibawa ke rumah sakit. Sempat mendapat perawatan, namun nyawa Budi tak tertolong.
2. Korban tinggalkan istri yang hamil 4 bulan
Ahmad Budi yang berstatus guru honorer dengan upah minimum ini baru saja menikah dengan umur pernikahan baru satu tahun. Budi meninggalkan istrinya yang bernama Sianit Sinta, dalam kondisi yang tengah hamil 4 bulan.
Wanita berusia 23 tahun ini seolah tak percaya suaminya meninggal karena dianiaya muridnya sendiri. Ia sempat pingsan berkali-kali saat Budi dikebumikan.

3. Pelaku menyesal dan pihak keluarga minta maaf
Keluarga pelaku meminta maaf atas meninggalnya Budi kepada media massa di rumah Kepala Desa, Torjun H. Arbain Faisol, Jumat (2/2).
“Kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada keluarga korban, baik institusi pendidikan, guru, dan lainnya se-Indonesia, atas kasus meninggalnya Pak Budi di tangan adik saya,” ujar Suud, kakak pelaku.
Keluarga MH mengaku sangat terkejut atas kejadian yang dilakukan MH, pasalnya MH dikenal warga di kampung halamannya sebagai orang yang baik dan suka membantu tetangga. Mereka pun memasrahkan sepenuhnya kepada aparat hukum.
4. Ahmad Budi geluti dunia seni sejak kecil
Nama Ahmad Budi Cahyono atau yang cukup populer dengan sebutan ABC merupakan tokoh muda yang menginspirasi. Ia ternyata sudah menggeluti dunia seni sejak kecil. Ia pun terlahir dari keluarga seni.
Banyak prestasi yang ditoreh semasa kecilnya. Di tahun 2000 silam, saat masih duduk di bangku SDN Tanggumong 2, Budi pernah meraih juara 1 tingkat nasional saat mengikuti lomba.
Budi terus mengasah bakat seninya saat kuiah di Universitas Negeri Malang, ia aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam. Setelah lulus dari kampus tahun 2014, ia langsung mengajar di SMA Negeri 1 Torjun. Di sanalah Budi mengabdi sebagai guru honorer seni rupa selama tiga tahun.

5. Akan mendapat penghargaan
Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur akan memberikan penghargaan khusus kepada Ahmad Budi.
Penghargaan tersebut rencananya akan diberikan kepada pihak keluarga bertepatan dengan hari pendidikan nasional. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dindik Jawa Timur, Saiful Rahman.
Menurutnya penghargaan tersebut adalah simbol untuk menghormati dedikasi almarhum selama menjadi tenaga pengajar honorer. "Penghargaan juga untuk menyantuni dan penghormatan kepada keluarga yang ditinggalkan," ucapnya.
