5 Hasil Kongres Luar Biasa Gerindra: Prabowo Ketum Lagi, Diminta Nyapres 2029

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rapimnas dan Kongres Luar Biasa Partai Gerindra di Hambalang, Kamis (13/2/2025). Foto: Instagram/@dahnil_anzar_simanjuntak
zoom-in-whitePerbesar
Rapimnas dan Kongres Luar Biasa Partai Gerindra di Hambalang, Kamis (13/2/2025). Foto: Instagram/@dahnil_anzar_simanjuntak

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani membeberkan hasil dari Kongres Luar Biasa di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Kamis (13/2). Muzani menjelaskan, ada lima poin penting KLB Gerindra.

  • Pertama, menerima laporan pertanggungjawaban DPP Partai Gerindra periode 2020-2025.

"Laporan ini dinilai sangat memuaskan dalam hal prestasi politik, kepercayaan rakyat, hingga keuangan. Semua DPC dan DPD menerima laporan tersebut tanpa catatan," kata Muzani di Hambalang.

  • Sementara kedua, menetapkan Prabowo sebagai Ketua Umum DPP Partai Gerindra periode 2025-2030.

"DPC dan DPD meminta agar Pak Prabowo kembali menjadi Ketua Umum. Ketika ditanya, beliau menyatakan bahwa jika itu adalah permintaan kader, maka beliau siap menerima," ucap Muzani.

Rapimnas dan Kongres Luar Biasa Partai Gerindra di Hambalang, Kamis (13/2/2025). Foto: Instagram/@dahnil_anzar_simanjuntak
  • Ketiga, Muzani mengatakan KLB menetapkan Prabowo sebagai Ketua Dewan Pembina Gerindra.

"DPD dan DPC peserta Kongres meminta agar Pak Prabowo tetap menjadi Ketua Dewan Pembina, yang bertanggung jawab atas arah kebijakan partai. Pak Prabowo menyatakan kesediaannya," kata Muzani.

  • Lalu keempat, menetapkan KLB menetapkan Prabowo sebagai formatur tunggal.

"Kongres memberikan mandat kepada Pak Prabowo sebagai formatur tunggal untuk menyempurnakan anggaran dasar, anggaran rumah tangga, serta susunan pengurus DPP Partai Gerindra. Pak Prabowo menerima tanggung jawab tersebut," kata Muzani.

  • Sedangkan kelima, Gerindra meminta Prabowo menjadi calon presiden dari Gerindra pada Pilpres 2029.

"Beliau menjawab, "Insya Allah," namun meminta waktu untuk menyelesaikan tugasnya sebagai presiden dan memenuhi janji kepada rakyat," kata Muzani.