5 Jam Sahara Diperiksa Polisi, Bawa Video Dugaan Asusila Yai Mim

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sahara usai dimintai keterangan oleh polisi di Polresta Malang Kota pada Jumat (17/10/2025). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sahara usai dimintai keterangan oleh polisi di Polresta Malang Kota pada Jumat (17/10/2025). Foto: kumparan

Sahara, pihak yang berseteru dengan Yai Mim alias Imam Muslimin, kembali menjalani pemeriksaan di Polresta Malang. Ia dimintai keterangan selama sekitar lima jam terkait laporan dugaan pelecehan seksual verbal dan pornografi.

Sahara datang bersama suami dan tim kuasa hukumnya sekitar pukul 09.35 WIB, Jumat (17/10). Mereka langsung menuju ruang penyidik Satreskrim Polresta Malang dengan membawa sejumlah barang bukti yang kemudian diserahkan kepada penyidik.

Pemeriksaan berlangsung hingga sore. Sekitar pukul 15.00 WIB, Sahara bersama kuasa hukumnya keluar dari ruangan setelah menjalani pemeriksaan panjang. Dalam proses tersebut, Sahara turut menyerahkan flashdisk berisi video dugaan asusila Yai Mim.

Kuasa hukum Sahara, Mochammad Zaki, mengatakan kliennya menerima panggilan dari penyidik terkait laporan dugaan pelecehan seksual dan pornografi. Selama hampir lima jam pemeriksaan, ada sekitar 40 pertanyaan yang diajukan kepada Sahara.

"Kurang lebih 40 pertanyaan tadi yang disampaikan oleh kawan-kawan penyidik, jadi di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) berkaitan dengan laporan pelecehan seksual dan pornografi," ucap Zaki usai pemeriksaan.

Ia menambahkan, pihaknya juga menyerahkan beberapa bukti video dugaan asusila yang diklaim dikirimkan kepada Sahara. Bukti itu dimasukkan ke dalam sebuah flashdisk dan diserahkan langsung kepada penyidik Satreskrim Polresta Malang.

"Tadi bawa dua bukti yang ada di dalam flashdisk, dan kami sudah berikan ke penyidik isinya dua video, satu video berkaitan dengan pelecehan seksual, satu video berkaitan dengan pornografi," terangnya.

Nurul Sahara tetangga dari Yai Mim. Foto: kumparan

Zaki juga membantah pernyataan Yai Mim yang menyebut ponselnya sempat rusak dan dibawa oleh karyawan Sahara. Ia menegaskan, pihaknya telah mengantongi bukti bahwa video tersebut dikirim langsung oleh terlapor.

"Itu hanya membangun alibi saja, seolah-olah video didapat dengan cara melawan hukum, kan begitu. Tapi kan kita tidak sebodoh itu. Saya paham benar bahwa kekuatan hukum itu tidak hanya persoalan mandiri satu video begitu," ungkapnya.

Menurut Zaki, selain Sahara, ada warga lain yang juga diduga menerima video dan menjadi korban pelecehan seksual oleh Yai Mim. Namun mereka belum berani berbicara. Untuk memperkuat laporan, pihaknya berencana menghadirkan saksi lain dalam pemeriksaan berikutnya.

"Banyak orang yang dikirimin video itu, dan mohon maaf, yang dilecehkan secara seksual itu kan juga sebenarnya kan ada beberapa. Cuma yang beberapa ini kan yang enggak mau speak up. Kami sempat ada tiga orang yang sudah memberikan informasi ke kami, bahwa sempat dikirimin. Cuma mereka ini kan langsung menghapus," paparnya.

Yai Mim dan istrinya, Rosyida Vignezvari, saat menjalani pemeriksaan di Polresta Malang Kota. Foto: Dok. Istimewa

Sementara itu, di kesempatan lain, Yai Mim alias Imam Muslimin tetap pada keterangannya bahwa ponselnya sempat dibawa Sahara dan beberapa karyawannya karena rusak. Ia menyebut ponsel itu dibawa ke Madura selama 10–20 hari.

"HP saya sudah sering dibawa, diperbaiki oleh Mbak Sahara ini. Pernah dibawa lebih dari satu 10 hari 20 hari lebih dibawa ke Madura oleh anak buahnya, saya tidak pernah menyebarkan pada siapapun saya kaget ditunjukkan video saya tentang saya video saya dengan istri," ungkap Yai Mim saat dikonfirmasi soal video asusila yang dikirimkan ke Sahara.

Eks dosen UIN Malang itu juga membantah tuduhan pelecehan verbal, termasuk dugaan ajakan melakukan tindakan asusila sebagaimana dilaporkan Sahara. Ia menegaskan, sebagai penghafal Alquran, dirinya tidak akan melakukan perbuatan maksiat.

"Saya ini penghafal Alquran jangankan melakukan saya berpikir maksiat itu saja bisa terganggu, lebih cantik mana dengan saya mohon maaf ya saya lebih tertarik kambing daripada..," kata Yai Mim tanpa meneruskan kalimatnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Yudi Risdiyanto membenarkan pemeriksaan terhadap Sahara. Namun, ia mengaku belum mendapat informasi detail terkait hasil pemeriksaan dari penyidik.

"Benar yang bersangkutan memang dimintai keterangan, tapi kami belum menerima detailnya," ujar Yudi secara terpisah.