5 Orang Hilang Tertimbun saat Longsor TPST Bantargebang, Kini Masih Dicari

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara sejumlah alat berat beroperasi saat melakukan pencarian korban longsor sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026) malam. Foto: Darryl Ramadhan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara sejumlah alat berat beroperasi saat melakukan pencarian korban longsor sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026) malam. Foto: Darryl Ramadhan/ANTARA FOTO

13 Orang menjadi korban saat TPST Bantargebang longsor pada pada Minggu (8/3) sekitar pukul 15.29 WIB. Menurut informasi dari BPBD DKI Jakarta, sebanyak 5 orang dinyatakan hilang dan sedang dicari keberadaannya.

Atas insiden tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta meminta pengiriman sampah ke Bantargebang ditunda hingga proses evakuasi seluruh korban selesai.

Berikut daftar korban hilang menurut data BPBD DKI Jakarta:

  1. Riki Supriadi (sopir dump truck)

  2. Hardianto (sopir dump truck)

  3. Ato (warga)

  4. Dofir (warga)

  5. Mr X (warga)

Data korban longsor TPST Bantargebang per pukul 10.00 WIB. Foto: Dok. BPBD DKI Jakarta

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq ikut menyoroti tragedi longsor. Ia juga meninjau langsung TPST Bantargebang itu sesaat setelah longsor pada Minggu (8/3) malam.

Ia menyampaikan, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebenarnya sudah lama memberi peringatan dengan ditandai melalui Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) di TPST Bantargebang.

"Sesuai dengan arahan Koordinator pengawas (Korwas) Bareskrim (Mabes Polri), pada tanggal 2 (Februari 2026) kemarin, KLH telah menyampaikan, menerbitkan surat pemberitahuan perintah dimulainya penyidikan SPDP yang meliputi TPA Bantargebang," ujar Hanif saat meininjau lokasi,

KLH menganggap, terbitnya SPDP karena kondisi di TPST Bantargebang sudah sangat riskan dan overcapacity.

Dalam kasus ini, 4 orang dinyatakan meninggal dunia. Mereka adalah:

  1. Enda Widayanti (25) pemilik warung

  2. Sumine (60) warga

  3. Dedi Sutrisno (sopir dump truck)

  4. Irwan Suprihatin (sopir dump truck)