5 Pelajar RI Raih Medali Olimpiade Fisika Internasional di Portugal

Prestasi kembali diraih pelajar Indonesia di kancah Internasional. Kali ini lima pelajar Indonesia berhasil meraih 1 medali emas, 1 perak dan 3 perunggu dalam International Physics Olympiad (IPhO) 2018 di Portugal.
Medali emas International Physics Olympiad (Olimpiade Fisika Internasional) diraih oleh Johanes Suhardjo dari SMAK Frateran Surabaya, sedangkan medali perak oleh Jason Jovi Brata dari SMAK 1 BPK Penabur Jakarta.
Sedangkan tiga pelajar Indonesia lainnya yang menggapai medali perunggu berturut-turut adalah Ahmad Aufar Thoriq dari SMA Semesta BBS Semarang, Bryant Juspi dari SMA Darma Yudha Pekanbaru, dan Raditya Adhidarma Nugraha dari SMAN 1 Yogyakarta.
Duta Besar RI untuk Portugal Ibnu Wahyutomo yang hadir dalam penutupan olimpiade fisika itu menyampaikan, kemenangan anak-anak Indonesia ini menjadi hadiah manis ulang tahun kemerdekaan Indonesia ke-73 dua pekan lagi.
“Kemenangan ini merupakan bukti sekali lagi bahwa pelajar Indonesia memiliki potensi yang sama tingginya dengan pelajar lain di dunia,” ujar Dubes Ibnu Wahyutomo dalam pernyataan tertulis kepada kumparan Den Haag, Sabtu malam atau Minggu (29/7) pagi WIB.

Sementara itu Ketua Delegasi Indonesia pada Olimpiade Fisika Internasional 2018 Dr. Syamsu Rosid mengatakan kelima siswa Indonesia tersebut telah melewati seleksi nasional yang sangat ketat dan mereka berasal dari provinsi yang berbeda-beda.
“Setiap siswa harus menjalani dua jenis ujian fisika, yaitu teori dan eksperimental,” ujar Dr. Syamsu Rosid, yang juga dosen di Fakultas MIPA Universitas Indonesia (UI), Jakarta.
Menanggapi kemenangannya pada Olimpiade Fisika Internasional 2018, peraih medali emas Johanes Suhardjo, merasa sangat bahagia telah mampu mengharumkan nama Indonesia. Setelah olimpiade, Johanes akan fokus mencari sekolah terbaik untuk melanjutkan studinya.
Olimpiade Fisika Internasional 2018 ini berlangsung di Lisabon, ibukota Portugal, selama sepekan (21-29 Juli 2018).

Para pelajar sekolah menengah dari 87 negara, berkompetisi untuk meraih nilai tertinggi dalam ujian yang disiapkan oleh komite Olimpiade Fisika Internasional.
Dari 87 negara tersebut, setiap negara rata-rata mengirimkan 5 pelajar, sebanyak 17 negara meraih medali emas, 11 dari 17 negara tersebut merupakan negara Asia termasuk Indonesia, 4 negara Eropa, Amerika Serikat, dan Australia.
Sehari sebelum pengumuman, KBRI Lisabon mengadakan makan malam bersama tim Indonesia untuk mendoakan kemenangan tim Indonesia.
Olimpiade Fisika Internasional merupakan kompetisi tahunan untuk pelajar sekolah menengah yang bertujuan untuk mempromosikan fisika dan interaksi antar siswa internasional.
Sebelumnya Olimpiade Fisika Internasional tahun lalu diselenggarakan di Yogyakarta, Indonesia, sedangkan untuk tahun depan (2019) akan diselenggarakan di Tel Aviv, Israel.
