5 Kutipan Amien Rais yang Kritik Penguasa

Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais baru-baru ini membuat heboh masyarakat lantaran perdebatannya dengan Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, soal pembagian sertifikat tanah di rezim pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengundang polemik di masyarakat.
Ini bukan kali pertama Amien Rais mengkritik penguasa Indonesia. Berikut kumparan (kumparan.com) merangkum lima quotes Amien Rais yang kritik penguasa dari masa ke masa:
1. Amien Rais sebut pembagian sertifikat tanah oleh Presiden Jokowi bohong
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meluapkan amarah merespons tuduhan Amien Rais yang menyebut pembagian sertifikat tanah oleh Presiden Jokowi adalah bentuk kebohongan alias ngibul.
Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan rezim saat ini memberikan angin segar untuk kebangkitan PKI. Hal itu disampaikan Amien dalam diskusi di Bandung, Minggu (18/3). Tak ayal, pernyataan ini tentu mengundang banyak reaksi dari masyarakat.
"Ini pengibulan, waspada bagi-bagi sertifikat, bagi tanah sekian hektar, tetapi ketika 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu seolah dibiarkan. Ini apa-apaan?" kata Amien saat menjadi pembicara dalam diskusi di Bandung.
Pernyataan ini juga direspons oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut menyebut sertifikat tanah yang dibagikan Jokowi tidak ada yang ngibul dan sudah melalui proses administrasi yang sesuai.
"Misalnya ada senior bilang bahwa ngasih sertifikat itu ngibulin gitu apanya yang dikibulin? Sertifikat itu dulu prosesnya lama, panjang dan sedikit. Sekarang proses cepat dan banyak. Salahnya di mana? Jadi asbun aja. Jadi nggak boleh kita asal ngomong apalagi senior-senior. Dia kan 70 berapa tahun, saya kan 71 tahun juga," ujar Luhut saat memberikan pidato di Gedung BPK,
Luhut yang sangat kesal dengan pernyataan itu balik mengancam akan membuka dosa Amien.
Pihak Istana juga merespons pernyataan Amien. Jubir Kepresidenan Johan Budi mempertanyakan 'pembagian sertifikat ngibul' yang disebut Amien Rais. "Yang pertama saya tidak paham yang dimaksud Amien Rais ngibulin itu, ngibulin yang mana? Program sertifikat yang dilakukan oleh Pemerintahan Jokowi-JK ini sebenarnya sudah lama dilakukan dan concern perhatian Presiden itu adalah masyarakat kan banyak kepemilikan tanah itu sering dijadikan sengketa," kata Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/3).
"Karena itu Pemerintahan Jokowi-JK ini punya program jutaan sertifikat yang akan diberikan kepada masyarakat, terutama masyarakat kecil. Dan ini bentuk concern Presiden ke masyarakat kecil terkait dengan kepemilikan tanah biar mereka punya dokumen yang sah dan legal yang bisa digunakan untuk keperluan dan kepentingan masyarakat, warga itu sendiri," lanjut dia.
2. Amien Rais kritik pertemuan Zulkifli dengan Mega tak bahas koalisi 2019

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan tengah berupaya untuk bertemu langsung dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Zulkifli menyebut pertemuan bertujuan untuk membahas pileg dan pilpres 2019.
Menanggapi rencana pertemuan ini, pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, menegaskan bahwa pertemuan itu hanya sebatas tugas Zulkifli sebagai Ketua MPR, bukan soal lobi di 2019. Menurutnya, Zulkifli yang juga menjabat sebagai Ketua MPR hanya menjalankan fungsi untuk menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh nasional.
"Kan sebagai Ketua MPR itu sudah bertemu dengan semuanya, bukan sekarang saja jadi salah satu tokoh PAN yang memang punya kemampuan dan kesempatan bertemu," kata Amien di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis. (7/3).
Amien menyebut, selama ini Zulkifli juga sudah bertemu dengan tokoh lain seperti Presiden Joko Widodo dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Tapi, pertemuan terkait tugas sebagai Ketua MPR.
"Dengan semua lapisan itu, Pak Zul karena dia ketua MPR. Jadi Pak Zul ketemuan sama Jokowi, Prabowo, SBY dan Bu Mega dan ketemu Pak Gatot," jelasnya.
3. Amien Rais kritik tak rela Jokowi jadi calon tunggal di pilpres
Isu Jokowi menjadi calon tunggal di Pilpres 2019 sempat mengemuka. Alasannya karena tak ada penantang yang berani melawan Jokowi.
Tapi rupanya, isu yang muncul itu segera disikapi Amien Rais dkk. Mereka berkumpul di Hotel Sultan Jakarta mencegah calon tunggal.
"Saya yakin tidak akan ada calon tunggal. Jadi kita enggak cukup bodohlah. Tapi calon tunggal itu berbahaya karena bisa membunuh demokrasi," jelas Amien di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (8/3).
Menurut Amien, terkadang lembaga-lembaga demokrasi itu emoh terhadap demokrasi. Misalnya UU Pemilu bahwa presidential threshold 20 persen kemudian Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai penjaga gawang malah mengiyakan.
"Padahal sesungguhnya ini berbahaya. Kalau misalnya calon tunggal yang milih ini cuma 25 persen, berarti yang 3/4 anak bangsa ini emoh. Tidak ada legitimasi, berbahaya," tegas dia.
4. Amien Rais kritik proses hukum Rizieq jangan memojokkan, jangan Jemawa

Kabar kepulangan Rizieq Syihab ke Indonesia disambut baik para jemaah. Hanya saja, panitia mengingatkan kepada aparat keamanan untuk tidak semena-mena kepada Rizieq sesampainya di tanah air nanti.
Ketua Penasihat Presidium Alumni 212 Amies Rais mengatakan, proses hukum bisa saja dijalankan terhadap Rizieq. Tapi, aparat keamanan harus hat-hati dan tidak memojokkan Rizieq dalam kasus ini.
"Proses hukum kalau untuk memojokkan, hati-hati. Langsung Pak Jokowi, hati-hati. Beri tahu aparat keamanan, jangan jemawa, jangan takabur, kita juga pemilik sah republik ini," tegas Amien Rais saat konferensi pers terkait kepulangan Rizieq, di DDII, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (20/2).
Mantan Ketua MPR itu mengatakan, dirinya menyambut baik kepulangan Rizieq ke Indonesia. Dia juga mengingatkan para jemaah untuk tidak berlebihan dalam penyambutan.
Semangat damai yang dibawa sejak Aksi 212 harus bisa diterapkan dalam penjemputan 21 Februari 2018 di Bandara Soekarno-Hatta.
"Tolong, jangan jemawa. Semua yang ditunjukkan dalam Aksi Bela Islam itu adalah superdamai. Bahkan itu tanaman tidak ada yang diinjak. Bagaimana satu jam setelah upacara tersebut bersih seperti sediakala," ucap dia.
Imam Besar FPI Rizieq Syihab dikabarkan kembali ke Indonesia pada 21 Februari 2018. Meski informasi tersebut kala itu masih simpang siur -- Eggi Sudjana membenarkan sedangkan Kapitra Ampera menyangkal -- pendukung Rizieq sudah menyiapkan rencana penyambutan di Bandara Soekarno-Hatta. Akhirnya Rizieq mengumumkan langsung melalui teleconference bahwa kepulangannya ke Indonesia ditunda.
5. Sindiran Amien Rais untuk Menteri Pendukung Reklamasi dan Ahok
Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais, sempat menyinggung soal isu reklamasi saat memberikan sambutan di acara yang digelar perguruan silat Tapak Suci, Minggu (11/2). Amien memuji Anies sebagai sosok gubernur yang tidak banyak bicara tapi langsung mengeksekusi.
Dalam konteks reklamasi, Amien menyebut Anies tanpa banyak aksi memutuskan tidak melanjutkan reklamasi.
"Kita memberikan apresiasi pada Bapak Gubernur, salah satu isu yang paling menonjol di negeri ini adalah reklamasi Teluk Jakarta lanjut atau ditutup," ujar Amien di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (11/2).
"Beliau dengan senyum, dengan tenang, enggak perlu menggebrak," lanjutnya.
Amien juga sempat menyindir salah satu menteri yang ngotot melanjutkan reklamasi. Tapi, ia tak menyebut siapa menteri yang dimaksud.
"Ada menteri yang kadang-kadang pasang wajah sok pintar di sini, yang akan meneruskan. Akan kita tunggu sampai mana dia. Sampai jauh sekali," ujarnya.
Mantan Ketum PP Muhammadiyah ini mengingatkan seluruh anggota perguruan silat Tapak Suci untuk melawan kebatilan yang masih memenuhi Indonesia. Amien menilai seluruh anggota perguruan silat Tapak Suci harus menjadi pemberani.
"Dulu Ahok keok karena mengganggu kita para lebah. Dan yang terakhir ungkapan dari Bapak Gubernur, anak bangsa kita lugu tapi tokohnya saja yang bermasalah," tutupnya.
