5 Quotes Menginspirasi dari Stephen Hawking

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Stephen Hawking (Foto: REUTERS/Mike Hutchings)
zoom-in-whitePerbesar
Stephen Hawking (Foto: REUTERS/Mike Hutchings)

Fisikawan Stephen Hawking meninggal dunia di usia 76 tahun, Rabu (14/3) di kediamannya di Cambridge, Inggris.

Pria kelahiran Inggris 8 Januari 1942 ini meninggal karena penyakit sklerosis lateral amiotrfik (ALS) yang sudah dideritanya sejak usia 21 tahun. Ia pun tetap bertahan melawan penyakitnya tersebut hingga akhir hayatnya.

Namun, di balik itu semua nama Hawking sudah dikenal sebagai ilmuwan dunia dengan teori-teori di bidang fisika, seperti teori kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam, dan radiasi Hawking. Ia juga mengabadikan ide-idenya tersebut ke dalam beberapa buku, film, dan karya akademik lainnya.

Dikenal sebagai ilmuwan jenius yang lumpuh --tak dapat menggerakan anggota tubuhnya dan duduk di kursi roda--, Hawking tetap semangat menjalani hidup. Ia tetap berkarya di tengah melawan penyakitnya itu.

Berikut lima kutipan Hawking yang dapat menginspirasi dan menarik perhatian.

Intelligence is the ability to adopt to change.

"Kecerdasan adalah kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan."

When one's expectations are reduced to zero, one really appreciates everything one does have.

"Ketika harapan seseorang dikurangi hingga titik nol, dia akan sungguh-sungguh mengapresiasi semua yang dia miliki saat ini."

People who boast about their IQ are losers.

"Orang-orang yang membangga-banggakan IQ mereka adalah para pecundang."

However difficult life may seem, there is always something you can do and succeed at.

"Bagaimana pun hidup kelihatannya sulit, selalu ada sesuatu yang dapat Anda lakukan dan berhasil."

People won't have time for you if you are always angry or complaining.

"Orang tidak akan punya waktu untuk Anda jika Anda selalu marah atau mengeluh."

Sekejap Hidup Stephen Hawking. (Foto: Bagus Permadi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sekejap Hidup Stephen Hawking. (Foto: Bagus Permadi/kumparan)