5 Rumah di Kelurahan Makasar Jaktim Amblas Akibat Abrasi Selokan Tua

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja dan petugas melakukan perbaikan bangunan usai mengalami kerusakan akibat pergeseran tanah di sekitar saluran air di RT 08/RW 05, Kelurahan Makasar, Jakarta Timur, Rabu (5/11/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja dan petugas melakukan perbaikan bangunan usai mengalami kerusakan akibat pergeseran tanah di sekitar saluran air di RT 08/RW 05, Kelurahan Makasar, Jakarta Timur, Rabu (5/11/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Lima rumah warga di RT 08/RW 05 Kelurahan Makasar, Jakarta Timur, tepatnya di Gang Sumur jambu 2 B amblas akibat abrasi saluran air bawah tanah yang sudah berusia puluhan tahun.

Pantauan kumparan di lokasi Rabu (5/11), terlihat tanah amblas di atas saluran air yang belum dinormalisasi. Lima rumah terdampak, 3 di antaranya rusak parah di bagian teras dan dinding depan rumah.

Ketua RT setempat, Kiky Zulkifli, mengatakan peristiwa itu bermula dari pergerakan tanah yang terdeteksi sejak Jumat (31/10) pekan lalu.

Sejumlah pekerja dan petugas melakukan perbaikan bangunan usai mengalami kerusakan akibat pergeseran tanah di sekitar saluran air di RT 08/RW 05, Kelurahan Makasar, Jakarta Timur, Rabu (5/11/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

“Ya awalnya kan di malam hari ini ada pergerakan di tembok pagar. Jumat pagi kita lapor ke RW, LMK, langsung lanjut ke Lurah Kecamatan SDA. Yang ini kan urusan SDA nih,” kata Kiky saat ditemui kumparan di lokasi, Rabu (5/11).

Menurutnya, laporan warga langsung direspons oleh pihak kelurahan dan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Makasar. Pada Sabtu, petugas telah melakukan survei lapangan, warga pun membongkar pagar rumah secara mandiri sebagai langkah antisipasi awal.

“Itu hari Sabtu kita buat pembongkaran pagar mandiri,” ujarnya.

Kiky Zulkifli, Ketua RT 08 di RW 05 Kelurahan Makasar, Jakarta Timur, Rabu (5/11/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Ia melanjutkan, "Pagar rumah, ini kan pagar rumahnya udah enggak ada nih. Kalau kemarin masih ada pagar waktu hari Sabtu itu.”

Meski sudah dilakukan pembongkaran pagar dan penunjangan struktur dengan besi untuk mengurangi beban, kondisi tanah tetap tidak stabil.

Kiky mengatakan area tersebut berdiri di atas saluran air tua yang belum dinormalisasi. Saluran tersebut sudah beroperasi sejak era 1980-an.

“Iya emang saluran tua dari tahun 80 udah beroperasi. Ini makanya yang depan udah dinormalisasi,” kata Kiky.

Sejumlah pekerja dan petugas melakukan perbaikan bangunan usai mengalami kerusakan akibat pergeseran tanah di sekitar saluran air di RT 08/RW 05, Kelurahan Makasar, Jakarta Timur, Rabu (5/11/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Ia menduga abrasi terjadi akibat kikisan air dari saluran itu, ditambah curah hujan tinggi beberapa hari terakhir. “Ini emang saluran, abrasi, air hujan kemarin mungkin, intensitas hujan terlalu tinggi, debit air juga tinggi,” jelasnya.

Petugas dari Sudin SDA dan PPSU Kecamatan Makasar sudah turun ke lokasi Rabu pagi untuk melakukan pembersihan material dan menyiapkan perbaikan.

“Ya ini pembersihan dulu, baru. Hari ini memang material juga datang hari ini,” ujar Kiky.

Sejumlah pekerja dan petugas melakukan perbaikan bangunan usai mengalami kerusakan akibat pergeseran tanah di sekitar saluran air di RT 08/RW 05, Kelurahan Makasar, Jakarta Timur, Rabu (5/11/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, lima rumah yang terdampak mengalami kerusakan di bagian teras dan dinding.

“Masih bisa tinggal di dalam, tapi terdampak lima rumah,” katanya.

Kiky menambahkan, kasus amblesnya tanah seperti ini baru pertama kali terjadi di wilayahnya. “Iya baru ini doang,” tuturnya.