5 Santri Indonesia yang Sukses

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Band Wali (Foto: Instagram @bandwaliofficial)
zoom-in-whitePerbesar
Band Wali (Foto: Instagram @bandwaliofficial)

Apa yang dipikirkan saat mendengar alumni pondok pesantren? Jangan salah, para alumni pondok pesantren ini juga banyak yang berkiprah di berbagai bidang, mulai dari kedokteran, pendidikan, penulis, politik, hingga entertainment, lho!

Nah, siapa saja sih para santri-santri yang sukses menggaungkan namanya di kancah nasional dan internasional? Berikut kumparan rangkum tujuh santri yang sukses berkarier di berbagai bidang:

1. Ahmad Fuadi

Ahmad Fuadi. (Foto: Nugraha Satia Permana/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ahmad Fuadi. (Foto: Nugraha Satia Permana/kumparan)

Penulis ini mulai naik daun lewat novelnya yang berjudul Negeri Lima Menara. Novel yang mengambil setting pengalamannya selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Gontor ini sukses meraih Social Impact Award dalam Education UK Alumni Awards 2016.

Lulus dari Gontor, Ahmad melanjutkan pendidikan pendidikan masternya di Royal Holloway, University of London, Inggris, dengan beasiswa Chevening. Saat ini, ia juga mendirikan Komunitas Menara yang menyediakan akses pendidikan bagi komunitas kurang mampu.

2. Ali Alatas

Lahir dari keluarga menengah ke bawah di pedalaman Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, tak melunturkan semangat Ali Alatas. Awalnya, ia menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Assalam Al-Islami di Desa Sri Gunung, Sungai Lilin, selama 6 tahun dengan dibiayai beasiswa.

Lulus dari pondok, Ali kembali menorehkan prestasi dengan mengikuti program santri jadi dokter. Ia pun terbang ke Jakarta untuk menekuni pendidikan kedokteran.

Selama kuliah, Ali sempat ditunjuk menjadi salah satu delegasi Mahasiswa Kedokteran Islam Indonesia di Cyberjaya University College of Medical Science, Malaysia. Di negeri Jiran itulah, Ali mendapat kehormatan untuk mempresentasikan peran kedokteran Islam di Indonesia.

3. Habiburrahman El Shirazy

Habiburrahman El Shirazy (Foto: Munady/kumparan )
zoom-in-whitePerbesar
Habiburrahman El Shirazy (Foto: Munady/kumparan )

Siapa yang tidak tahu novel kenamaan Ayat Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih? Pria yang lebih dikenal dengan nama Kang Abik ini sempat menjadi santri di Pondok Pesantren Al Anwar, Mranggen, Demak, saat SMP.

Ilmu agamanya semakin diasah saat ia mengambil gelar sarjana di Universitas Al Azhar Kairo. Pengalamannya inilah yang kemudian menjadi inspirasinya dalam menulis sebagian besar novelnya.

4. Yudian Wahyudi

Ia dikenal sebagai salah satu guru besar di Tufts University, Amerika Serikat. Siapa sangka, dosen Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) pertama yang tercatat di Harvard Law School ini merupakan lulusan Pondok Pesantren Termas, Pacitan, Jawa Timur.

Yudian juga sempat menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, sebelum melanjutkan pendidikan di Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga. Saat itu, ia juga mengambil pendidikan di Fakultas Filsafat UGM.

Lulus dari jenjang sarjana, Yudian kemudian melanjutkan pendidikan magister dan doktornya di McGill University, Kanada. Setelah lulus, ia juga berhasil menjadi profesor dan tergabung dalam American Asosiation of University Professors.

5. Wali Band

Band Wali di Festival Danau Sunter (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Band Wali di Festival Danau Sunter (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)

Band ini cukup sukses mengubah image santri menjadi lebih kekinian dan gaul lewat lagu-lagu mereka yang meledak di pasaran. Menariknya, keempat personel Wali, Faank, Apoy, Tomi, dan Ovie, rupanya berasal dari sejumlah pondok pesantren.

Faank dan Apoy sama-sama saling mengenal saat sama-sama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Modern La Tansa, Pandeglang, Banten. Sementara, Tomi adalah lulusan Pondok Pesantren Al Fatah Lampung dan Ovie adalah alumni Pondok Pesantren Al Hikmah Annajiyah, Bogor.

Keempatnya baru bertemu saat sama-sama berkuliah di UIN Syarief Hidayatullah dan membentuk Band Wali. Hingga saat ini, Wali merupakan salah satu band yang tidak pernah terlibat skandal negatif dan karya-karyanya membumi.

Menteri Susi Pudjiastuti ajak santri makan ikan. (Foto: Dok. kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Susi Pudjiastuti ajak santri makan ikan. (Foto: Dok. kumparan)

Nah, untuk bisa sukses seperti alumni-alumni pesantren ini, makan ikan menjadi hal yang sangat penting. Sebab, ikan merupakan sumber omega 3 dan omega 6 yang baik bagi perkembangan otak dan tubuh.

kumparan bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan akan mengajak 25 ribu santri untuk makan ikan bersama. Selain itu, Menteri KKP Susi Pudjiastuti juga telah menyiapkan 10 ton ikan demi acara yang digelar di beberapa pesantren di Jawa Timur ini.

10 ton ikan tersebut akan disajikan untuk para santri dan dimasak oleh warga sekitar sebagai tanda peran masyarakat dan pesantren tak bisa dilepaskan dari mendidik para santri. Serunya, kamu juga bisa ikut acara ini lho!

Ingin ikut makan ikan bersama kami? Silakan mention kumparan dan Susi Pudjiastuti di sosial mediamu dan sertakan tagar #santritemankumparan.