5 Tahap Proses Seleksi Calon Taruna Akpol di Tingkat Pusat

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Logo aplikasi C&C SDM Polri (Foto: Dok. SDM Polri)
zoom-in-whitePerbesar
Logo aplikasi C&C SDM Polri (Foto: Dok. SDM Polri)

Ada 15 ribu remaja yang mendaftar seleksi Akpol di seluruh Indonesia. Pendaftaran dilakukan ke Polda masing-masing provinsi. Proses seleksi dimulai dari tingkat Polda, sebelum akhirnya dikirim ke tingkat pusat.

Seleksi di tingkat pusat yang menentukan siapa saja yang lolos dan berhak menjadi siswa taruna. Untuk tahun ini ada 275 kursi tersedia. Tiap Polda mendapat jatah kuota.

Menurut Ass SDM Kapolri Irjen Arief Sulistyanto dalam keterangannya, Minggu (30/7), untuk tes di tingkat pusat ada beberapa tahapan yang dilakukan.

Aplikasi C&C SDM Polri (Foto: Dok. SDM Polri)
zoom-in-whitePerbesar
Aplikasi C&C SDM Polri (Foto: Dok. SDM Polri)

Tercatat ada 365 calon taruna dari seluruh Polda dan menjalani tes di Akpol di Semarang.

- Tahap 1: Pemeriksaan administrasi dan Pemeriksaan Kesehatan badan dan kesehatan jiwa.

Ada 25 orang calon taruna yang gugur, 2 administrasi, 8 kesehatan jiwa, dan 15 kesehatan badan.

- Tahap 2: Pemeriksaan Psikologi dan Pemeriksaan Mental Kepribadian

Di tahap ini ada 7 orang yang gugur.

- Tahap 3: Tes Kesamaptaan Jasmani dan Antrophometri

Di tahap ini ada 2 orang yang gugur karena pull upnya nol.

"Sistem gugur hanya sampai tahap 3 ini saja. Yang lulus sampai tahap ini bisa lanjut mengikuti sampai tahap akhir," imbuh Arief.

- Tahap 4: Tes Akademik

Diikuti 331 calon taruna.

- Tahap 5: Tes Dihadapan Pantukhir (pemeriksaan penampilan)

Para calon taruna parade di depan komisi yang diketuai Wakapolri dengan anggota Irwasum, Kalemdikpol, As SDM, Kadivpropam dan Gubernur Akpol.

"Setelah tahap akhir maka seluruh nilai dari seluruh tahapan akan direkapitulasi dengan bobot yang telah ditentukan kemudian diranking," tegas Arief.

Arief menjelaskan, panitia pusat akan menentukan kuota calon tarauna yang lulus untuk tiap Polda yang akan diambil berdasarkan ranking nilai yang diperoleh masing-masing calon taruna.

"Dengan sistem yang kami terapkan, orang tua Catar dan para Catar sudah memegang nilai yang diperoleh. Panitia mengumumkan secara terbuka nilai yang diperoleh Catar pada setiap tahap kelulusan. Kami juga menggunakan aplikasi "Clear&clean SDM Polri" yang bisa di instal di hHP android para orang tua, Catar tidak boleh bawa HP, yang hanya bisa melihat nilai anaknya. Sehingga orang tua yang berada di tempat yang jauh bisa memonitor melalui aplikasi ini tanpa harus datang ke Semarang," tegas Arief.

Kepala SDM Polri Irjen Arief Sulistyanto (Foto: Cornelius Bintang/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kepala SDM Polri Irjen Arief Sulistyanto (Foto: Cornelius Bintang/kumparan)

Aplikasi ini baru pertama kali diterapkan dalam rekrutmen tahun 2017 sebagai pelajkanaan dari reformasi bidang SDM Polri.

"Transparansi dan obyektifitas yang kami jadikan jaminan kepada para Catar dan orang tuanya. Dengan demikian tidak ada peluang bagi kami panitia untuk main-maian dan tidak bisa lagi mengakomodir intervensi karena semua sudah transparan. Mungkin inilah saatnya kita lakukan pembenahan Polri berawal dari proses rekrutmen," ungkap Arief.

"Memang harus dipahami dan disadari oleh semua pihak. Ini bukan maunya Arief sebagai As SDM tetapi ini sudah menjadi tuntutan masyarakat untuk memiliki Polri yang berkualitas dan profesional," tutup dia.