5 Tingkah Pasien saat Dioperasi, Main Gitar hingga Bernyanyi

Umumnya pasien yang akan menjalani operasi dibius total, hingga tak sadarkan diri. Cara ini bertujuan agar pasien tidak merasakan sakit saat prosedur operasi berlangsung.
Namun ternyata ada dokter meminta pasiennya untuk dioperasi dalam keadaan sadar dan melakukan kegiatan. Seperti yang dialami oleh Anna Henry asal Texas, dokter memintanya menjalani operasi pembedahan kepala sambil bermain seruling.
Kendati demikian melakukan operasi dengan pasien melakukan berbagai kegiatan bukan kali pertama dilakukan. Berikut kumparan merangkum 5 kisah pasien yang melakukan kegiatan saat berlangsungnya operasi.
1. Operasi sambil bermain gitar
Rolden Batista, pria asal Brazil, menjalani operasi otak untuk pengangkatan tumor sambil bermain gitar pada Maret tahun lalu.
Dikutip dari Daily Mail, sebelum melakukan operasi, Batista mendapat pilihan dari tim medis yang menanganinya, yakni dioperasi dalam keadaan benar-benar terbius atau tetap sadar.
Dokter menjelaskan bahwa keberhasilan operasi lebih besar saat pasien dalam keadaan sadar. Batista pun memilih menjalani operasi dalam keadaan sadar. Tim medis meminta Batista untuk bermain gitar saat berlangsungnya operasi.
"Dokter lantas memberi ide saya bermain gitar saat operasi," ujarnya
Menurut tim medis, membiarkan pasien dalam keadaan tetap sadar dan bermain alat musik dapat mengetahui kesalahan saat operasi.
2. Operasi sambil bermain seruling
Anna Henry, menjalani operasi pembedahan kepala di sebuah rumah sakit di Houston, Texas, Amerika Serikat. Namun ada yang unik pada operasi yang dijalani Anna. Ia diminta oleh tim medis untuk bermain seruling saat menjalani operasi otak tersebut.
Wanita yang berusia 63 tahun itu menjalani pembedahan pada otaknya untuk menyembuhkan gangguan tremor esensial yang dideritanya. Dikutip dari Independent, Minggu (1/4), penyakit yang diderita Anna tersebut menyebabkan tangan dan kepalanya bergetar.
Karena penyakitnya juga, Anna yang merupakan seorang musisi tidak bisa memainkan alat musik kesayangannya yaitu seruling, dan melakukan kegiatan sehari-harinya seperti makan.
Sebelum menjalani operasi, tim dokter meminta Anna untuk membawa serulingnya. Saat berlangsungnya operasi, dokter memintanya memainkan salah satu instrumen lagu untuk menguji sejauh mana aliran listrik itu membantu Anna.
"Ini cara yang benar-benar dapat meningkatkan kehidupan pasien dan kualitas hidup mereka," ujar Albert Fenoy, ahli syaraf, dari Mischer Neuroscience Institute di Memorial Hermann-Texas Medical Center dan UTHealth.
3. Operasi sambil bermain saksofon
Carlos Aguilera, 27, seorang musisi jazz asal Malaga, Spanyol, memainkan saksofon selama kepalanya dioperasi oleh tim bedah. Aguilera menjalani operasi guna mengangkat tumor yang ada di otaknya.
Selama operasi, Aguilera memainkan lagu berjudul 'Misty' dengan menggunakan saksofon jenis alto. Dikutip dari Washington Post, kejadian tersebut berlangsung pada 2015 dan merupakan kali pertama Eropa melakukan pembedahan otak pada pasien yang tersadar sambil memainkan alat musuik.
Alasan tim medis meminta Aguilera bermain alat musik saat operasi untuk memastikan kemampuan bermusik Aguilera tidak berpengaruh dengan operasi tersebut.
4. Operasi sambil bermain ponsel
Berbeda dengan sebelumnya saat dioperasi memainkan alat musik, Zhu wanita asal China memilih bermain ponsel saat menjalani operasi pada kakinya. Operasi tersebut berlangsung di rumah sakit di Hangzhou, China.
Dikutip dari Shanghaiist, Minggu (1/4), wanita yang berusia 69 tahun itu menjalani operasi pada kakinya untuk menghilangkan selulit di pahanya. Ia merasa selulit di pahanya membuat dirinya tidak merasa cantik.
Zhu meminta izin dokter untuk bermain posel saat berlangsungnya operasi untuk menghilangkan rasa gugupnya. Karena operasi yang dilakukan Zhu, operasi kecil, tim medis pun membolehkan ia memainkan ponselnya.
5. Operasi sambil bernyanyi
Seorang penyanyi opera asal Slovenia, Ambroz Bajec-Lapajne, membawakan sebuah tembang saat dokter tengah melakukan operasi terhadap kepalanya.
Dikutip dari Telegraph, Ambroz menyanyikan lagu karya komposer kenamaan Franz Schubert berjudul Gute Nacht saat menjalani operasi tumor otak di University Medical Center Utrecht, Belanda, pada 2015.
Tim medis meminta dirinya untuk bernyanyi supaya dokter yang mengoperasi bisa menghindari syaraf otak yang mengatur rasa, gerakan, dan ucapan.
