50 Juta Vaksin Sinovac yang Datang ke RI Mulai November Siap Pakai

Ketua Tim Riset Uji Vaksin Sinovac Prof Kusnandi Rusmil menanggapi perjanjian antara Pemerintah Indonesia dengan pihak Sinovac terkait pembelian vaksin corona Ready to Fill (RTF) sebanyak 50 juta dosis. Vaksin itu direncanakan diterima pada November 2020 sampai dengan Maret 2021 mendatang.
Menurut Kusnandi vaksin itu dibeli Indonesia sebagai langkah pencegahan dari potensi munculnya kejadian yang tidak terduga selama masa pandemi.
"(Vaksin) itu dibeli untuk jaga-jaga kalau sebelum vaksin ini selesai diuji coba tahu-tahu ada outbreak yang hebat. Jadi vaksin 50 juta dosis itu bisa dipakai dulu gitu. Sambil menunggu kita produksi (vaksin)," ujar Kusnandi dalam program To The Point kumparan, Jumat (28/8).
"Dilihat itu kadar zat antibodinya, dari kadar zat antibodinya yang saya pelajari fase 1 dan 2 itu cukup baik dan keamanannya cukup baik," sambungnya.
Langkah itu diambil pemerintah mengingat Bio Farma belum bisa memproduksi vaksin hingga Desember 2020. Sebab, masih diuji klinis tahap III.
"Jadi itu maksudnya untuk jaga-jaga, karena sampai sekarang Bio Farma kan belum bisa produksi jadi masih nunggu. Jadi kita punya cadangan yang udah jadi, kalau umpamanya diperlukan kalau ada outbreak yang bagaimana gitu loh," ungkap Kusnandi.
Terkait adanya bentuk kerja sama antara pemerintah dengan produsen vaksin negara lain, Kusnandi menyatakan tak tahu-menahu akan hal itu. Meski begitu bila terjadi, vaksin itu tak butuh diuji coba kembali seperti vaksin Sinovac.
"Kalau umpamanya yang dibeli pemerintah itu udah jadi itu enggak perlu di uji klinis lagi langsung dipakai aja karena itu udah barang jadi. Kalau yang di kita belum jadi barangnya. Tapi yang di luar negeri itu udah jadi, sehingga bisa langsung dipakai kalau diperlukan," kata Kusnandi.
Kusnandi berharap proses uji klinis dapat berjalan sesuai rencana sehingga proses produksi vaksin dapat segera dilakukan.
"Kalau saya sih optimis ya, bahwa ini akan berjalan seperti rencana. Saya berharap uji klinis ini sesuai rencana sehingga pada awal tahun sudah bisa diproduksi Bio Farma," pungkasnya.
Vaksin Sinovac tiba di Indonesia secara bertahap hingga Maret 2021. Pada November 2020, akan tiba 10 juta dosis.
