53 Eks Khilafatul Muslimin Surabaya Deklarasi Ikrar Setia Pancasila dan NKRI

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebanyak 53 warga Khilafatul Muslimin Surabaya deklarasi kebangsaan setia Pancasila dan NKRI, Kamis (30/6/2022). Foto: Gabriel Jhon/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sebanyak 53 warga Khilafatul Muslimin Surabaya deklarasi kebangsaan setia Pancasila dan NKRI, Kamis (30/6/2022). Foto: Gabriel Jhon/kumparan

Sebanyak 53 eks anggota khilafatul muslimin Surabaya deklarasi kebangsaan setia Pancasila dan NKRI, Kamis (30/6). Deklarasi mereka disaksikan langsung oleh Forkopimda Jawa Timur dan Surabaya, MUI, Muhammadiyah, NU, dan tokoh agama.

"Acara ini adalah acara deklarasi dari saudara saudara kita khilafatul muslimin untuk setia kepada Pancasila dan NKRI," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta kepada wartawan, Kamis (30/6).

Irjen Pol Nico mengatakan seluruh jajaran lakukan komunikasi, pencerahan dan kebersamaan sehingga eks anggota khilafatul muslimin berikrar untuk tetap setia kepada Pancasila dan NKRI.

"Hal ini mudah mudahan bisa membawa hal positif juga kepada saudara saudara kita yang lain bahwa musyawarah, mufakat, dan gotong royong yang telah dilakukan oleh pendiri bangsa kita dan sudah disepakati bahwa Pancasila dan UUD 1945 sebagai filosofi dan landasan negara kita ini. Ini menjadi pegangan kita. Sekarang ini adalah waktunya gotong royong karena musyawarah dan mufakat telah dilakukan. Jadi kita gotong royong, mari mengisi masing masing dengan semua komponen yang ada dengan semua sumber daya yang dimiliki untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur," kata Nico.

Di tempat yang sama, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan dari Pemkot Surabaya mengadakan pendampingan kepada Khilafatul Muslimin. Eri mengatakan setelah mereka deklarasi kepada Pancasila dan NKRI maka Pemkot Surabaya beserta Kapolrestabes akan membina mereka.

"Bagaimana pun mereka juga menjadi bagian dari warga Surabaya baik itu dari pekerjaan, menjadi UMKM, sebagai bagian warga kembali seperti dulu," kata Eri Cahyadi.

"Kita tidak hanya memberikan deklarasi setelah itu selesai, nggak. Tapi ketika mereka, ada sebagian dari mereka yang masuk sebagai masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang setelah itu kita berikan pekerjaan sama seperti warga Surabaya lainnya. Kami tidak memperlakukan berbeda. Karena mereka sudah menyampaikan bahwa dasarnya adalah Pancasila. Dasar negara Pancasila dan NKRI maka kita menjadi satu bagian yang utuh," kata Eri.

Eri menyampaikan terkait kelanjutan lembaga pendidikan yang dikelola oleh khilafatul muslimin akan tetap dipantau oleh Kapolrestabes Surabaya.

Di sisi lain, Khoiri Hidayat, eks anggota warga khilafatul muslimin mengatakan deklarasi ini untuk menepis tudingan-tudingan yang beredar di masyarakat terhadap khilafatul muslimin.

"Pertama, khilafatul muslimin itu bukan negara tapi jemaah. Kedua, khilafatul muslimin itu bukan ideologi tapi ajaran. Tadi kan kelasnya seperti apa, bahwa khilafatul muslimin ini bukan kembali ke NKRI. Kami dari dulu sejak dimaklumatkan kekhalifahan 18 juli 1997 itu kami menjunjung tinggi asas Pancasila dan undang undang dasar itu. Karena kami hidup di sini," kata Khoiri.

Khoiri menyampaikan mereka berkhalifah menjalankan ajaran islam karena ingin negera ini diberkahi oleh Allah. Ia mengatakan tugas bahwa semua tuduhan-tuduhan yang ada adalah 100 persen tidak benar.

Khoiri mengungkapkan terdapat sekitar 300 warga Khilafatul Muslimin di Surabaya Raya. Warga inilah yang dibina untuk melaksanakan ibadah dengan benar.

Reporter: Gabriel Jhon