6,2 Ton Ikan di Danau Batur, Bali, Mati Akibat Keracunan Belerang

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ikan mati di Danau Batur Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ikan mati di Danau Batur Foto: Istimewa

Sebanyak 6,2 ton ikan nila di Danau Batur, Kabupaten Bangli, Bali, mati. Ikan-ikan ini mati kekurangan oksigen akibat semburan belerang dari dasar danau.

“Semburan belerang menyebabkan air menjadi keruh dan oksigen dalam air berkurang," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dan Perikanan (PKP) Bangli, I Ketut Sukartana, saat dihubungi, Kamis (18/7).

Sukartana mengatakan, fenomena ini merupakan gejala alam yang berlangsung setiap tahun. Biasanya berlangsung pada Juli hingga Agustus. Tahun 2019, fenomena ini mulai terjadi pada Minggu (14/7) lalu.

Ikan mati di Danau Batur Foto: Istimewa

“Ini fenomena alam yang setiap tahun terjadi karena topografi Gunung Batur hampir setiap tahun terjadi," ujar dia.

Berdasarkan Dinas Perikanan, 6,2 ton ikan nila yang mati itu dimiliki oleh 10 petambak. Satu kilogram biasanya terdiri dari 3 sampai 4 ekor ikan nila. Para petambak ditaksir mengalami kerugian hingga puluhan juta Rupiah.

Sukartana mengaku setiap tahun telah memberikan imbauan kepada petambak untuk mencegah kerugian saat semburan belerang terjadi. Di antaranya adalah dengan mengurangi benih hingga 50 persen dan mempercepat panen saat mendekati bulan Juni.

"Tim kami sudah mengawal dan hampir setiap tahun membuat edaran untuk antisipasi kerugian lebih parah. Kalau penyebaran benih, jangan terlalu penuh atau 50 persen atau panen lebih awal sebelum Juli untuk meminimalisir kerugian," ujar dia.

Ikan mati di Danau Batur Foto: Istimewa

Sementara itu, Kabid Perikanan dari Dinas PKB Bangli Nyoman Widiana belum bisa merinci kerugian yang dialami para petambak. Biasanya, setiap 2,5 ton ikan kerugian mencapai Rp 75 Juta.

“Sebenarnya pembudidaya sudah tahu. Cuma ada beberapa yang masih upacara, jadi di pura belum sempat panen. Jadi yang kena ikan yang siap panen semuanya," jelasnya.

Widiana mengatakan institusinya telah mengambil sampel air Danau Batur. Hasilnya, kandungan oksigen sangat kecil.

“Hasilnya, kami ambil dari tiga titik, rata-rata kandungan sulfurnya tinggi 0,195 part per million (ppm). Kalau normalnya di batas ambang itu kan 0,88 ppm. Terus oksigen yang terlarut dalam air itu sekitar 0,2. Kalau kelayakannya 3 sampai 6 ppm. Artinya sangat kurang oksigennya,” kata dia.