6 ASN di Aceh Terjaring Razia Nongkrong di Warkop, Sempat Terjadi Cekcok

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). Foto: Shutter Stock

Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) melakukan razia terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tengah nongkrong di warung kopi pada saat jam kerja.

Dalam razia yang digelar pada Selasa (28/7) pagi, sebanyak 6 ASN kepergok sedang nongkrong di warung kopi di kawasan Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

Bahkan terjadi perdebatan saat petugas Satpol PP mengamankan seorang ASN yang tengah nongkrong di warung kopi. Ia tak terima dirazia hingga terjadi perdebatan. Meski sempat terjadi ketegangan, situasi berhasil dikendalikan sehingga razia tetap berlangsung aman dan kondusif.

Hasil pendataan menunjukkan sebanyak enam ASN terjaring razia. Mereka terdiri atas tiga pegawai Dinas Pendidikan Dayah Aceh, dua ASN Pemerintah Kota Banda Aceh, dan seorang ASN dari dinas kebersihan.

Seluruh ASN yang terjaring kemudian diminta mendatangi Kantor Satpol PP dan WH Aceh untuk menjalani pemeriksaan serta menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Selain melakukan pendataan dan pembinaan di lokasi, petugas juga mengamankan kartu tanda penduduk (KTP) milik para ASN yang terjaring sebagai bagian dari proses administrasi pemeriksaan.

Kepala Seksi Humas Satpol PP dan WH Aceh, Huzaifal, mengatakan hasil pemeriksaan terhadap para ASN tersebut akan disampaikan kepada pimpinan masing-masing instansi sebagai bahan evaluasi dan penegakan disiplin sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, operasi serupa akan terus dilakukan secara berkala di sejumlah lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpul ASN pada jam dinas.

"Pengawasan ini dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan ASN terhadap aturan jam kerja sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat," kata Huzaifal dalam keterangannya, Kamis (30/7).