6 Fakta Menarik Tentang Malta

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Valletta, Malta. (Foto: Daniel Chrisendo/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Valletta, Malta. (Foto: Daniel Chrisendo/kumparan)

Malta bukanlah negara yang cukup populer bagi masyarakat Indonesia untuk dikunjungi. Meskipun begitu, negara terkecil kesepuluh di dunia ini memiliki fakta yang cukup menarik. Tahun ini, ibukota Malta, Valletta, terpilih sebagai ibukota budaya Eropa.

kumparan (kumparan.com) merangkum enam fakta menarik mengenai Malta yang bisa menjadi pertimbangan untuk berpelesir ke negara ini:

1. Malta lebih muda dari Indonesia

Valletta, Malta (Foto: Daniel Chrisendo)
zoom-in-whitePerbesar
Valletta, Malta (Foto: Daniel Chrisendo)

Sebagai negara yang berdiri sendiri, Malta baru merdeka dari Inggris pada tahun 1964 dan menjadi republik pada tahun 1974. Meskipun begitu, kondisi perekonomian di Malta bisa dikatakan sangat baik.

Malta memiliki GDP per kapita sebesar 30.500 dollar per tahun dengan indeks pembangunan manusia sangat tinggi. GDP penduduk Malta adalah hampir 8 kali lebih besar daripada GDP penduduk Indonesia.

2. Pemerintah Malta mengundang warga negara lain untuk menjadi warga negaranya

Valletta, Malta (Foto: Daniel Chrisendo)
zoom-in-whitePerbesar
Valletta, Malta (Foto: Daniel Chrisendo)

Penduduk Malta hanyalah sebanyak 450.000 jiwa saja. Karena jumlah penduduk yang hanya sedikit, pemerintahnya menawarkan kewarganegaraan Malta kepada penduduk negara lain.

Mereka menjanjikan negara Malta sebagai tempat bisnis dan investasi yang baik, juga sebagai tempat untuk menghabiskan hari tua yang indah di tepi laut yang hangat.

Membangun bisnis di Malta juga mudah, hanyalah dibutuhkan waktu satu minggu. Passport Malta sendiri merupakan passport terkuat nomor 7 di dunia menurut passportindex.org.

Oleh karena itu, di Malta banyak sekali orang yang berasal dari berbagai macam negara. Pemerintah Malta sendiri percaya bahwa sumber daya manusia adalah modal utama dalam pembangunan, berbeda dengan pemerintah lain yang tidak suka ada imigran di negaranya.

3. Pengaruh Inggris, Italia, dan Arab sangat kental terasa

Desa Popeye di Malta (Foto: Daniel Chrisendo/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Desa Popeye di Malta (Foto: Daniel Chrisendo/kumparan)

Posisi negara Malta yang terletak di antara benua Eropa, Afrika, dan Timur Tengah membuat Malta menjadi tempat pertemuan banyak budaya. Belum lagi negara ini memang sebelumnya selalu ada di bawah kekuasaan negara lain.

Selain Inggris, Italia dan Arab juga pernah menguasai Malta. Hal ini menyebabkan pengaruh ketiga negara tersebut sangat kental terasa.Bahasa yang digunakan di Malta adalah bahasa Malta yang terdengar seperti bahasa Arab dan Italia. Akar bahasa ini adalah bahasa Arab namun tulisannya dikembangkan seperti bahasa Italia dan dilatinkan.

Bahasa Inggris juga menjadi bahasa nasional Malta dengan aksen British yang kuat. Selain bahasa, makanan di Malta juga beragam, dengan makanan dari pulau Sisilia, Italia yang paling banyak dijumpai.

Pengunjung juga akan banyak melihat kotak telepon merah yang menjadi ciri khas negara Inggris. Posisi mengemudi di negara inipun sama dengan Inggris, yaitu berkendara di sebelah kiri dan supir duduk di sebelah kanan. Sementara negara-negara Eropa lainnya memiliki posisi mengemudi yang sebaliknya.

4. Malta memiliki monumen yang lebih tua daripada piramida besar di Mesir

Desa Popeye di Malta. (Foto: Daniel Chrisendo/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Desa Popeye di Malta. (Foto: Daniel Chrisendo/kumparan)

Piramida besar di Giza, Mesir diperkirakan dibangun pada tahun 2580 sampai 2560 sebelum masehi. Artinya umur piramida di Mesir sekarang adalah sekitar 4590 tahun.

Tapi di Malta ada sebuah candi yang bernama Ħaġar Qim yang umurnya sekitar 5700 tahun. Ħaġar Qim dibangun antara tahun 3700 sampai 3200 sebelum masehi.

5. Banyak syuting film yang dilakukan di Malta

Desa Popeye di Malta. (Foto: Daniel Chrisendo/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Desa Popeye di Malta. (Foto: Daniel Chrisendo/kumparan)

Meskipun kecil, tidak kurang dari 110 film pernah menggunakan Malta sebagai lokasi syuting. Film pertama yang disyuting di negara ini adalah Sons of the Seas pada tahun 1925.

Sementara film terbaru yang disyuting di Malta adalah Murder on the Orient Express yang diangkat dari novel detektif Agatha Christie. Para pengunjung dapat melakukan wisata ke tempat-tempat syuting. Film lain yang disyuting disini adalah World War Z, Asterix dan Obelix, the Da Vinci Code, Troy, Pinnochio, dan Popeye.

6. Valletta ibukota terkecil di Eropa.

Valletta, Ibukota Malta (Foto: instagram/@jeongjinhyun)
zoom-in-whitePerbesar
Valletta, Ibukota Malta (Foto: instagram/@jeongjinhyun)

Luas Valletta adalah 0,8 km persegi. Hal ini membuat Valletta menjadi ibukota negara terkecil di Uni-Eropa. Dibutuhkan waktu berhari-hari untuk melihat-lihat kota Paris atau London, tapi Valletta bisa dikeliling dalam waktu satu jam saja dengan berjalan kaki.