6 Fakta Soal Alvin, Bocah SD yang Tempuh Jarak 50 Km Demi Pendidikan

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Alvin (Foto: Retno Wulandhari/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Alvin (Foto: Retno Wulandhari/kumparan)

Kisah perjuangan bocah berusia 8 tahun bernama Alviansyah mencuri perhatian publik. Sebab, siswa kelas 2 SDN Kebon Kacang 02 Petang itu harus menempuh jarak 50 km dari rumahnya di Parung Panjang, Bogor, menuju sekolahnya yang terletak di Tanah Abang. Cerita tentang Alvin ini diunggah pertama kali oleh akun Facebook Caroline Ferry.

Saban hari Alvin berangkat menggunakan commuter line atau KRL dan angkutan umum demi menuntut ilmu lalu pulang ke rumahnya. Kondisi ini membuat banyak warganet prihatin sekaligus sedih. kumparan (kumparan.com) merangkum lima fakta soal Alvin.

1. Anak ke-3 dari 5 bersaudara

Alvin merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Dua kakaknya bernama Putri Wardargina kelas 3 SMA dan Reynaldi Ilham yang sudah putus sekolah. Sedangkan dua adik Alvin bernama Alif Fahranrahmat dan Asyifa masih balita.

2. Uang saku

Setiap harinya Alvin diberikan uang saku sebesar Rp17 ribu-Rp 5 ribu untuk transportasi dan jajan di sekolah.

"(Uang saku) Rp 5 ribu buat beli es sama makan. Kadang-kadang minta abang (untuk ongkos transport)," ujar Alvin saat ditemui kumparan di kediamannya, Parung Panjang, Bogor, Senin (9/4).

Padahal Alvin harus naik angkot dari rumah ke Stasiun Parung Panjang, dan dilanjutkan dengan naik KRL dari Parung Panjang transit di Tanah Abang, lalu ke Karet. Selepas itu Alvin harus naik angkot lagi dari Stasiun Karet ke SD 02 Petang Kebon Kacang, tepatnya di belakang pusat perbelanjaan Thamrin City.

Alvin bersama pihak sekolah (Foto: Lolita Valda/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Alvin bersama pihak sekolah (Foto: Lolita Valda/kumparan)

3. Tanggapan pihak sekolah

Rosmalina, Kepala Sekolah SDN Kebon Kacang 02 Petang, Tanah Abang, Jakarta Pusat mengaku sudah mengetahui kondisi yang dialami Alvin.

Selain itu, pihak sekolah juga mengatakan bahwa mereka peduli dengan kondisi Alvin. Bahkan sempat memberikan saran kepada orang tua bocah 8 tahun itu untuk pindah sekolah yang lokasinya lebih dekat dengan rumah.

"Kita peduli ya, karena anak itu rajin sekolah, baik anaknya. Sudah pernah diberikan solusi kenapa enggak pindah cari jalan keluarnya. Wali kelasnya juga sudah mencoba memberikan solusi namun ibunya Alvin belum ada jawaban," kata Rosmalina.

Sementara itu, bantuan juga sudah diberikan untuk keluarga Alvin.

"Kalau bantuan ada dari sekolah, justru ada bantuan untuk anak yang kurang mampu. Ada bantuan dari KJP (Kartu Jakarta Pintar) dari pemerintah," kata Rosmalina.

4. KJP jadi alasan

Salah satu alasan orang tua Alvin enggan memindahkan anaknya ke sekolah yang dekat dengan rumahnya di Bogor ialah Kartu Jakarta Pintar. Bila Alvin dipindahkan, otomastis KJP-nya akan dicabut sekaligus mengurangi pemasukan ekonomi keluarga Alvin.

"Enggak mau pindah soalnya kalau KJP itu per bulannya lumayan buat beli jajan, beli susu. Terus setiap enam bulan juga bisa beli sepatu dan baju. Kalau Alvin dipindahin saya bingungnya bulanannya ini pemasukannya enggak ada," ucapnya.

Keluarga Alvin dapat bantuan (Foto: Facebook.com/Ifan Ifani)
zoom-in-whitePerbesar
Keluarga Alvin dapat bantuan (Foto: Facebook.com/Ifan Ifani)

5. Keinginan ibunda Alvin

Diketahui sebelumnya, keluarga Alvin tinggal di sebuah kontrakan yang tak jauh dari sekolahan Alvin di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Namun, kesulitan ekonomi jadi alasan ibunda Alvin memindahkan keluarganya ke rumah orang tuanya yang ada di Parung Panjang, Bogor.

Sementara itu, dia dan suami juga tak mungkin menetap di Jakarta karena tidak punya biaya untuk menyewa kontrakan. Namun jika diberi pilihan, dia berharap bisa kembali tinggal di Jakarta.

6. Bantuan untuk Alvin

Alvin dan keluarga dikabarkan sudah menerima bantuan dari Yayasan Cinta NKRI berupa hunian di Rusun Benhil yang tak jauh dari sekolah Alvin di SDN 02 Petang, Kebon Kacang, Jakarta Pusat.

"Jadi YCNKRI kasih kontrakan rumah rusun di belakang sekolah Alvin, Rusun Benhil, sesuai keinginan ibu Alvin selama tiga bulan plus air PAM," ujar Natalia, anggota Yayasan Cinta NKRI saat dihubungi kumparan pada Jumat (13/4).

Natalia menyebut, Rusun Benhil dipilih sesuai keinginan ibunda Alvin, Lasmawati. Sebab sebelum pindah ke Bogor, mereka tinggal di rusun tersebut. Pada Selasa (10/4), Alvin dan keluarga telah pindah di rusun itu.

Selain tempat tinggal, Yayasan Cinta NKRI juga akan memberikan modal usaha. Diharapkan modal usaha itu nantinya dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga tersebut.

"Kami juga akan memberikan modal usaha, sampai tadi malam masih didiskusikan usaha seperti apa yang akan diberikan untuk keluarga Alvin. Lagi pula masih baru pindahan dan masih banyak yang diurus," lanjut Natalia.

Tak hanya itu, kakak Alvin, Reynaldy (11), yang semula putus sekolah rencananya juga akan disekolahkan.