6 Gunung Api di Indonesia Siaga, TNI Bentuk Pasukan Reaksi Cepat di Tiap Kodam

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saat dijumpai di Lanud Halim Perdanakusuma, Jaktim, Senin (11/11/2024). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saat dijumpai di Lanud Halim Perdanakusuma, Jaktim, Senin (11/11/2024). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto membentuk Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) menyusul dengan status sejumlah gunung api di Indonesia yang berstatus siaga.

Awalnya, mantan KSAD itu menjelaskan soal respons TNI terhadap bencana gunung api Lewotobi yang berada di NTT.

"Kemudian untuk bencana alam di daerah Indonesia, di Lewotobi dan wilayah lainnya TNI sudah menggelar dapur lapangan, kemudian kesehatan lapangan, dan TNI juga berkolaborasi dengan instansi lain seperti Kepolisian, BNPB, dan kementerian lain, Kementerian Sosial, dan kementerian yang lain juga sudah berada di lokasi," ujar Agus kepada wartawan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jaktim, Senin (11/11).

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jaksel pada Minggu (10/11/2024). Foto: Abid Raihan/kumparan

Dia mengatakan akan membentuk pasukan khusus PRCPB guna merespons cepat apabila terjadi peningkatan status yang mengancam penduduk sekitar lokasi gunung api.

Untuk diketahui, berdasarkan data tingkat aktivitas gunung api dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi di website Magma.esdm.go.id, hingga Senin (11/11/2024), ada 6 gunung api berstatus Siaga. Berikut rinciannya:

  1. Gunung Awu Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara

  2. Gunung Ibu Pulau Halmahera, Maluku

  3. Gunung Iya Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur

  4. Gunung Marapi Kabupaten Tanah Datar dan Agam, Sumatera Barat

  5. Gunung Merapi Jawa Tengah-D.I Yogyakarta.

  6. Gunung Api Lokon, Kota Tomohon, Sulawesi Utara

Sementara Gunung Lewotobi, NTT, disebutkan sudah berada di atas satu tingkat statusnya, yakni Awas.

"Dan nanti TNI akan membentuk PRCPB. Jadi setiap Kodam nanti ada batalion yang siaga untuk PRCPB dan apabila di wilayahnya terjadi bencana, pasukan itu yang bergerak cepat," tutupnya.