6 Kutipan Nyentrik 'Ayah' Pidi Baiq di The Expert

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
facebook embed

Siapa yang tak kenal dengan Pidi Baiq?

Novelis best seller Dilan 1990 ini menjadi bintang tamu di The Expert: Lebih Dekat dengan Pidi Baiq, Rabu (28/2). Acara tersebut diselenggarakan di kantor kumparan (kumparan.com) Jalan Jati Murni No. 1A, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Ayah ini dengan gayanya yang santai membagikan kisahnya soal menjadi penulis dan karya-karyanya, seperti Dilan 1990 yang sukses diangkat ke layar lebar.

Di sela-sela perbicangan, Ayah selalu melontarkan candaan dan kutipan-kutipan yang menarik disimak para peserta. Kira-kira, apa saja kutipan yang Ayah sampaikan pada saat itu? kumparan telah merangkum beberapa kutipan Pidi Baiq.

Saya tidak siap mental untuk disebut penulis, saya lebih nyaman disebut anak nakal. Karena kalau saya berbuat nakal akan dimaklumi.

Jika Ayah sedang mengisi sebuah acara, dirinya pun selalu ditanya manfaat menulis bagi dirinya. Lalu apa yang ia jawab?

Saya jadi punya buku. Saya selalu bilang ke orang-orang waktu akan membuat kita lupa, tapi yang kita tulis akan membantu membuat kita ingat.

Kemudian, ketika dirinya ditanyakan soal ide yang membuat dirinya kreatif dapat membuat novel yang ciamik dari mana?

Buku-buku buruk adalah inspirasi saya. Itulah inspirasi saya agar tidak membuat buku seperti itu. Itu memotivasi saya.

Buat saya berkarya itu seperti berhubungan seks. Jadi ketika berhubungan seks janganlah ngobrol dengan pasanganmu bagaimana nanti anaknya. Nanti kau tidak menikmati hubungan seksnya itu. Nikmati saja.

Orang mau kreatif, tapi mentalnya masih eksakta, ya sulit. (Soal berkarya) Jangan takut salah dan benar.

Jika saya senang, orang lain senang. Mari kita rayakan bersama dengan memberikan kemungkinan-kemungkinan mereka juga mendapatkan kesenangan dari film itu.

Pidi Baiq di Kumparan (Foto: Muhammad Fadli Rizal/kumparan)