6 Mahasiswa Hanyut di Sungai Kendal, UIN Walisongo Evaluasi Program KKN

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim SAR gabungan masih melalukan pencarian terhadap mahasiswa UIN yang hanyut Sungai Jolinggo, Kendal. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Tim SAR gabungan masih melalukan pencarian terhadap mahasiswa UIN yang hanyut Sungai Jolinggo, Kendal. Foto: Dok. Istimewa

Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang akan mengevaluasi program KKN (Kuliah Kerja Nyata) imbas insiden hanyutnya enam orang mahasiswa di Sungai Jolinggo, Singorojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof Nizar, mengatakan, keselamatan mahasiswa menjadi prioritas utama. KKN merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat, namun pelaksanaannya harus dijalankan dengan penuh kehati-hatian dan kesiapsiagaan.

Mahasiswa UIN Walisongo Semarang tewas saat KKN di Kendal: almarhum Riska, Labib, Syifa. Foto: Dok UIN Walisongo Semarang

"Kami akan melakukan evaluasi khususnya dalam hal keamanan, mitigasi risiko, dan pengawasan kegiatan lapangan," ujar Nizar dalam keterangannya, Selasa (4/11).

Ia menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD dan tim SAR guna mendukung proses pencarian serta memberikan pendampingan kepada keluarga mahasiswa di lokasi.

Tim SAR gabungan masih melalukan pencarian terhadap mahasiswa UIN yang hanyut Sungai Jolinggo, Kendal. Foto: Dok. Istimewa

"Sebagai bentuk tanggung jawab, UIN Walisongo telah mengirimkan tim pendamping universitas serta dosen pembimbing KKN untuk mendampingi keluarga korban dan membantu proses pencarian," jelas dia

Selain itu, universitas juga berkoordinasi dengan instansi terkait, menyediakan layanan konseling dan pendampingan spiritual bagi mahasiswa serta keluarga terdampak. Juga memperkuat sistem keamanan kegiatan KKN di seluruh lokasi penugasan.

instagram embed

"Keluarga besar UIN Walisongo memohon doa dari masyarakat agar tiga mahasiswa yang masih hilang segera ditemukan, serta keluarga korban diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan ini," harap Nizar.

Peristiwa hanyutnya para mahasiswa itu terjadi sekitar pukul 13.53 WIB. Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Kendal, keenam mahasiswa tengah bermain air di aliran Sungai Tubing Genting Jolinggo ketika tiba-tiba banjir bandang datang akibat hujan deras di bagian hulu.

Arus deras menyeret keenam mahasiswa hingga tiga di antaranya ditemukan meninggal dunia. Sementara tiga lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan serta warga sekitar.

Sebagai bentuk belasungkawa dan doa bersama, malam ini civitas akademika UIN Walisongo menggelar doa bersama untuk mengenang para korban. Mereka berharap mahasiswa yang belum ditemukan segera kembali dalam keadaan selamat.