62 Sekolah di Pelalawan Riau Diliburkan Akibat Kabut Asap Karhutla

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Keluarga, Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, mulai mengarah ke Jalan Lintas Barat.  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Keluarga, Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, mulai mengarah ke Jalan Lintas Barat. Foto: Dok. Istimewa

Sejumlah sekolah di Kabupaten Pelalawan, Riau, diliburkan sementara akibat kondisi kabut asap yang semakin pekat imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kebijakan meliburkan kegiatan belajar mengajar dilakukan sebagai langkah antisipasi agar peserta didik tidak terpapar asap dalam waktu lama.

"Total ada 62 sekolah, mulai dari TK, SD dan SMP, sedangkan SMA, karena kewenangan provinsi, tak berani kita memerintakannya, paling imbauan saja," kata Bupati Pelalawan Zukri kepada kumparan melalui pesan singkat, Minggu (23/8).

Kabut asap akibat karhutla menyelimuti sejumlah wilayah di Pelalawan. Asap yang pekat juga mengganggu aktivitas, sehingga membuat pemerintah mengambil keputusan untuk meliburkan proses belajar mengajar.

"Sekolah yang diliburkan ada Kecamatan Kerumutan, Ukui, dan Pangkalan Lesung, total desa 9 dan 2 kelurahan," ujarnya.

Zukri juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan siswa, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih terdampak asap. Warga juga diminta menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah.

"Kami mengimbau masyarakat jangan membakar lahan baik dalam ukuran besar maupun kecil," ungkapnya.

Sementara itu, petugas gabungan masih melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran untuk mencegah api meluas serta mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.