66 Wisata dan Jasa Pariwisata di Sleman Ajukan Verifikasi Uji Coba New Normal

Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman menerapkan verifikasi bagi destinasi wisata dan usaha jasa pariwisata (UJP) yang akan melakukan uji coba atau simulasi new normal. Sejauh ini sudah ada 66 destinasi wisata dan UJP yang mengajukan permohonan uji coba new normal untuk diverifikasi.
"Untuk adaptasi kebiasaan baru ini kita sudah melakukan verifikasi uji coba kepariwisataan terbatas. Tujuannya untuk memastikan itu dilaksanakannya protokol kesehatan dengan baik dan benar," kata Kepala Dispar Kabupaten Sleman, Sudarningsih, kepada wartawan di Museum Gunung Merapi (MGM), Pakem, Kabupaten Sleman, DIY, Jumat (24/7).
"Dari permohonan itu ada 66 destinasi dan UJP. Sudah verifikasi sebanyak 4 kali. Kita mengajak tim terdiri dari Dinas Kesehatan kemudian Satpol PP, bagian perekonomian, dan dinas pariwisata," katanya.
Ning sapaan akrab Sudarningsih merinci ke-66 permohonan itu terdiri dari 16 permohonan destinasi wisata, 4 permohonan area bermain, 2 permohonan hotel, 4 permohonan rumah makan atau kafe, 9 permohonan karaoke, 2 permohonan spa, 2 klub malam, 2 permohonan MICE, 25 permohonan angkutan wisata.
Ning menyebut memastikan pihaknya masih memverifikasi sebagian permohonan uji coba new normal dari 66 destinasi wisata dan JPU.
"Ini dari destinasi ada 16, kemudian permohonan kita rekomendasikan 7. Arena bermain ada 4 (permohonan), rekomendasinya baru 1, prosesnya 3. Yang hotel tidak kita tutup tapi ada beberapa minta verifikasi. Permohonan 2 dan rekomendasi 1 yang 1 sedang dijadwalkan," ujarnya.
"Sementara karaoke permohonan 9 baru proses belum kita rekomendasikan. Angkutan wisata ada 25 baru kita jadwalkan," imbuhnya.
Indikator Verifikasi Uji Coba New Normal di Tempat Wisata dan Jasa Pariwisata
Indikator dalam verifikasi uji coba new normal ini, di antaranya adalah sarana dan prasarana seperti membuat standar operasional prosedur (SOP) dan persiapan sumber daya manusia (SDM).
Jika ada sarana prasarana yang belum lengkap misalnya thermo gun, tempat cuci tangan dan hand sanitizer yang kurang maka harus segera dilengkapi, termasuk pada tempat hiburan karaoke.
"Verifikasi ini SDM-nya juga sarana dan prasarana. Kemudian mereka harus membuat SOP. Ada thermo gun, wastafel, hand sanitizer," jelasnya.
"Kemudian untuk karaoke kita sarankan tamu satu orang satu mikrofon. Tapi setting ruangan beda-beda nah ini mikrofon harus pakai cover (penutup). Penting, harus diganti setiap ada tamu cover mikrofonnya. Kemudian sarung tangan plastik memegang mikrofon terlindungi," pungkasnya.
————-----------------------
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
