7.000 Ton Batubara Cemari Pantai Wisata di Aceh

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
7000 Ton Batu Bara Cemari Pantai Wisata di Aceh (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
7000 Ton Batu Bara Cemari Pantai Wisata di Aceh (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)

Satu unit tongkang bermuatan 7.000 ton batubara karam di tepi pantai Lhoknga, Aceh Besar. Akibatnya, batubara yang dibawa oleh kapal yang karam itu mulai mencemari pantai.

Kapal tersebut diduga karam akibat gelombang tinggi disertai angin kencang yang melanda Aceh sejak sepekan terakhir. Kapal tampak patah menjadi dua bagian.

Batubara yang mencemari laut dan pantai juga mulai berdampak pada matinya ikan dan ubur-ubur. Hingga saat ini kapal tongkang masih berada pinggir pantai Lhoknga yang juga merupakan lokasi objek wisata favorit di Banda Aceh dan Aceh Besar. Insiden ini pun menjadi tontonan warga di daerah setempat.

7000 Ton Batu Bara Cemari Pantai Wisata di Aceh (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
7000 Ton Batu Bara Cemari Pantai Wisata di Aceh (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)

Tak hanya itu, sepanjang pinggiran pantau sejumlah warga mulai dari anak-anak hingga orang dewasa berbondong-bondong membawa karung hingga gerobak dan membawa pulang batubara.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, Ridwan Jamil, mengatakan kapal tongkang TB Marina sudah terdampar sejak Minggu (29/7) sekitar pukul 09.00 pagi. Kapal tersebut bermuatan 7.000 ton ditarik oleh takbut MARINI yang dinahkodai oleh Diah Hariani.

7000 Ton Batu Bara Cemari Pantai Wisata di Aceh (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
7000 Ton Batu Bara Cemari Pantai Wisata di Aceh (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)

Awalnya kapal ini hendak ditarik karena kondisi laut yang tidak memungkinkan sehingga penarikan kapal dibatalkan. Hari ini Senin (30/7) rencananya beberapa nelayan diminta untuk mengevakuasi kapal. Akan tetapi tongkang keburu patah menjadi dua bagian akibat bergesekan dengan terumbu karang sebelum berhasil dievakuasi.

“Bermuatan batubara yang direncanakan akan di bawa ke PT. LCI Holcim Lhoknga,” ujar Ridwan saat dikonfirmasi, Senin (30/7).

7000 Ton Batu Bara Cemari Pantai Wisata di Aceh (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
7000 Ton Batu Bara Cemari Pantai Wisata di Aceh (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)

Ridwan menyebutkan, saat beberapa menit berhenti di pinggir pelabuhan, direncanakan tongkang asal Aceh Barat tersebut akan bersadar di pelabuahan PT. LCI HOLCIM.

Ketua Jaringan Koalisi untuk Advokasi Laut Aceh (KuALA) Rahmat Fajri menilai tumpahan baru bara tersebut telah mencemari kawasan perairan pantai Lampuuk. Hal ini menyebabkan beberapa biota dan ekosistem terumbu karang mati akibat limbah batubara tersebut.

“Amatan kami di lapangan terdapat beberapa biota kunci ekosistem terumbu karang, seperti bintang laut dan ikan karang mati terkapar di pesisir pantai. Hal ini dapat mengindikasikan hancurnya ekosistem terumbu karang yang rencananya akan dijadikan kawasan konservasi,” kata Rahmat.

Fajri ikut menyayangkan insiden karamnya kapal tongkang tersebut. Ia meminta kepada pihak terkait untuk bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan akibat limbah batubara.

"Sangat prihatin dengan kondisi ini, saya melihat banyak biota seperti ikan, bintang laut, dan kepiting mati di sekitar pantai Lampuuk. Setelah berdiskusi dengan tim seketariat, kami menduga ada kerusakan ekosistem yang cukup parah di kawasan terumbu karang lampuuk,” ucap

"Informasi awal yang kami dapatkan bahwa material ini milik perusahaan semen yang berada di seputaran pantai Lhoknga, kami meminta adanya pertanggungjawaban dari pemilik kapal dan material tersebut untuk melakukan pemulihan dan pembersihan material batubara yang terdampar," tutup Fajri.

7000 Ton Batu Bara Cemari Pantai Wisata di Aceh (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
7000 Ton Batu Bara Cemari Pantai Wisata di Aceh (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)