7 Bulan Hilang, Puing Heli MI-17 TNI AD Ditemukan di Oksibil, Papua

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesawat yang dikerahkan untuk membantu upaya pencarian pesawat Helly MI-17 milik Penerbad TNI AD. Foto: dok. Pendam Cendrawasih
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat yang dikerahkan untuk membantu upaya pencarian pesawat Helly MI-17 milik Penerbad TNI AD. Foto: dok. Pendam Cendrawasih

Setelah dinyatakan hilang kontak selama tujuh bulan, helikopter MI-17 milik TNI AD yang dilaporkan jatuh di daerah Pegunungan Oksibil, Papua, mulai menemui titik terang. Pada Senin (10/2), TNI dilaporkan telah menemukan puing-puing helikopter MI-17.

Komandan Kodim 1715/Yahukimo, Letnan Kolonel Infanteri Eko Budi mengatakan pihaknya menemukan puing-puing yang diduga milik helikopter MI-17. Puing itu ditemukan di kawasan Pegunungan Kowr, Bolom-bolom, Distrik Oksob, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

"Memang benar kepastian ditemukannya puing helikopter setelah Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab, yang didampingi Komandan Korem 172/PWY, Kolonel Infanteri Binsar Sianipar, dan Bupati Pegunungan Bintang, Costan Oktemka, Senin (10/2), melihat langsung dari udara," kata Budi dikutip dari Antara.

kumparan post embed

Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi helikopter MI-17 dengan nomor registrasi 5138 berada di posisi 04 derajat 38 menit 20,9 detik Lintang Selatan dan 140 derajat 17 menit 41,2 detik Bujur Timur pada ketinggian 13.000 kaki dari permukaan laut.

Setelah dipastikan puing itu milik Helikopter MI-17, Eko mengatakan TNI akan langsung mengirimkan tim ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Fokus utama evakuasi yakni pada pencarian korban.

"Kemungkinan pengangkatan puing-puing itu baru akan dilakukan Selasa (11/2), karena cuaca di wilayah itu sering berubah dan tidak bersahabat," ucap Budi.

Sebelumnya Helikopter MI-17 milik TNI AD hilang kontak setelah 10 menit lepas landas dari Bandara Oksibil pada 28 Juni 2019. Heli itu hendak menuju Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.

Helikopter itu tengah melakukan misi Pendorong Logistik ke Pos Udara Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di Distrik Okbibab. Helikopter membawa lima penumpang dan tujuh kru.

kumparan post embed