7 Kanguru Papua Diselundupkan ke Surabaya, Siapa Pemiliknya Belum Terungkap

15 Mei 2023 19:56 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kanguru yang diselundupkan. Dok: Ist.
zoom-in-whitePerbesar
Kanguru yang diselundupkan. Dok: Ist.
ADVERTISEMENT
Penyelundupan 7 ekor kanguru gunakan KM. Dobonsolo digagalkan BKSDA Maluku dan Polsek KPYS Ambon saat kapal tiba sandar di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Senin (15/5).
ADVERTISEMENT
Satwa endemik Papua yang dilindungi ini diselundupkan dalam kamar nomor 018 KM. Dobonsolo.
Kapolsek KPYS Ambon, Iptu Julkisno Kaisupy, mengungkapkan kanguru diselundupkan dari Pelabuhan Jayapura, Provinsi Papua, dengan tujuan Surabaya.
Namun upaya penyelundupan satwa liar dilindungi ini dapat digagalkan setelah Polsek KPYS Ambon dapat informasi dari BKSDA Maluku terkait adanya penyelundupan 20 ekor kanguru di kapal itu.
Sehingga ketika KM. Dobonsolo tiba sandar di Pelabuhan Ambon, Senin, Polsek KPYS Ambon bersama Tim BKSDA Maluku serta pihak PT. Pelni (Persero) maupun Kru Kapal langsung lakukan pengecekan.
Dari hasil pengecekan, hanya ditemukan 7 ekor kanguru dalam kamar nomor 018 KM. Dobonsolo.
Bersamaan dengan barang bukti satwa dilindungi, Polsek juga amankan dua orang, satu orang inisial MY dan satu lagi inisial S.
ADVERTISEMENT
MY merupakan TKBM di Pelabuhan Jayapura inisial MY yang bertugas mengangkut kanguru ke kapal. Sedangkan S adalah ABK KM. Dobonsolo.

Pemilik Kanguru Tidak Ditemukan?

Hanya saja, pemilik dari satwa selundupan ini belum berhasil ditemukan meski sesuai penuturan MY, pemilik ada di kapal juga.
"Sementara pemiliknya itu ada di kapal juga, cuma orangnya sudah kita cari tadi tapi tidak ditemukan. Nanti kita koordinasi lagi dengan Pelni, pihak kapal atau pihak pelabuhan dan BKSDA di Surabaya untuk melakukan razia juga di sana," sambungnya.
Apalagi, menurut informasi awal, ada sekitar 20 ekor kanguru yang diselundupkan, namun yang berhasil ditemukan hanya 7 ekor.
"Yang kita temukan itu baru 7 ekor, sisa itu masih dalam pencarian, karena tadi kita sama-sama dengan pihak keamanan KM. Dobonsolo lakukan pengecekan, membuka seluruh gudang-gudang di kapal, namun tidak menemukan hewan-hewan yang diduga masih disembunyikan tersebut.
ADVERTISEMENT
Kanguru, kata mantan Kapolsek Leihitu ini, rencananya akan dijual di Surabaya.
Kasubag TU BKSDA Maluku, Rosni kepada wartawan menjelaskan, kanguru yang diselundupkan ini merupakan satwa endemik Papua.
Penyelundupan awalnya tercium BKSDA Papua yang kemudian melaporkannya ke BKSDA Maluku. Informasinya, ada 20 ekor, namun ternyata hanya ditemukan 7 ekor.
"Sehingga kami langsung bekerja sama dengan Polsek Pelabuhan. Ketika kapal sandar, kita bersama-sama mencari apa benar satwa dilindungi itu ada atau tidak. Ternyata kami temukan hanya 7 ekor kanguru," terangnya.
Terkait sisa kanguru yang diduga masih ada di kapal, kata Rosni menambahkan, BKSDA Maluku akan berkoordinasi dengan semua BKSDA di setiap pelabuhan yang disinggahi KM. Dobonsolo sehingga dilakukan pengecekan lebih lanjut lagi.
ADVERTISEMENT
"Karena tadi kami tidak dapat yang sisanya, kami akan bekerja sama dengan BKSDA di mana kapal itu singgahi," tandasnya.
Untuk barang bukti 7 ekor kanguru yang sudah berhasil ditemukan, kata Rosmi menambahkan, karena saat ini kasusnya ditangani pihak kepolisian, BKSDA akan terus lakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan dari satwa-satwa tersebut.
"Karena saat ini ditangani polisi, kami akan tetap memantau agar satwa ini tidak mati, kami akan pantau terus pergerakannya. Setelah selesai akan kami bawa ke pusat konservasi satwa kami di Kebun Cengkeh," tandasnya.
Selain temukan kanguru, dari hasil pemeriksaan di kapal juga ditemukan satwa burung yang sudah mati.