7 Pejabat Donald Trump yang Mengundurkan Diri

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Donald Trump (Foto: Reuters/Jonathan Ernst)
zoom-in-whitePerbesar
Donald Trump (Foto: Reuters/Jonathan Ernst)

Beragam alasan melandasi keputusan besar para pejabat Gedung Putih untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Satu yang paling baru ialah kabar pengunduran diri Hope Hicks, direktur komunikasi Gedung putih, yang menyatakan mundur dari posisinya pada Rabu (28/2).

Sepanjang kariernya, Hicks adalah orang kepercayaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sejak pemilu 2016. Kariernya melonjak setelah menjabat sebagai ajudan putri Trump, Ivanka, kemudian menjadi direktur komunikasi Gedung Putih pada September 2017 lalu.

Seorang sumber di Gedung Putih menyebut alasan Hicks mengundurkan diri karena dia ingin menjajaki berbagai peluang di luar Gedung Putih.

Hicks hanyalah satu dari sekitar 20 pejabat Trump yang mengundurkan diri dalam lebih dari setahun terakhir. kumparan (kumparan.com) merangkum tujuh pejabat di antaranya:

1. Steve Bannon

Steve Bannon (Foto: Reuters/Carlos Barria)
zoom-in-whitePerbesar
Steve Bannon (Foto: Reuters/Carlos Barria)

Mantan ahli strategi Gedung Putih, Steve Bannon, mengundurkan diri pada Agustus 2017.

Pengunduran diri Bannon mengejutkan banyak pihak, karena selama ini kehadirannya dianggap sebagai tangan kanan Trump. Bannon dianggap telah memainkan peran penting dalam membangun kebijakan dalam dan luar negeri bagi pemerintahan Trump.

Setelah mengundurkan diri, Bannon blak-blakan mengungkap keburukan pemerintah Trump. Mantan CEO media sayap kanan AS, Breitbart, ini menyampaikan komentar-komentar tajam soal Trump dan keluarganya dalam buku karangan Michael Wolff berjudul "Fire and Furry" pada Januari 2018.

Dalam komentarnya di buku tersebut, Bannon menyebut pertemuan yang dihadiri oleh putra sulung Trump, Donald Trump Jr, menantu Trump, Jared Kushner, dengan beberapa orang Rusia adalah sebuah pengkhianatan. Karenanya, para staf Gedung Putih mengecam keras tindakan Bannon dan menyebutnya tidak setia juga memalukan.

2. Michael Flynn

Michael Flynn. (Foto: REUTERS/Jim Bourg)
zoom-in-whitePerbesar
Michael Flynn. (Foto: REUTERS/Jim Bourg)

Selasa, 14 Februari 2017, Michael Flynn resmi mundur dari jabatannya sebagai penasihat keamanan nasional Donald Trump setelah ketahuan melakukan kontak dengan pejabat Rusia sebelum Trump terpilih menjadi presiden dalam kampanye 2016.

Hal tersebut tertuang dalam surat pengunduran dirinya yang menuliskan, "Saya menjelaskan kepada wakil presiden dan beberapa pejabat lainnya, bahwa saya pernah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Duta Besar Rusia," tulis Flynn.

Mengutip dari Aljazeera, dalam surat pengunduran dirinya, Flynn juga menyatakan bahwa dia merasa terhormat telah melayani Presiden Trump meski berlangsung singkat, hanya 3 minggu.

3. Sebastian Gorka

instagram embed

Pada Agustus 2017, Sebastian Gorka mengatakan dirinya telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pejabat keamanan nasional di Gedung Putih.

Hal tersebut dikarenakan Gorka tidak setuju dengan keputusan Trump untuk mengirim lebih banyak tentara ke Afghanistan. Gorka merasa tidak puas dengan visi dan misi serta kebijakan luar negeri oleh Trump.

Sebelumnya, Gorka merupakan mantan editor pada Breitbart dan bergabung dengan Trump sebagai penasihat kontra-terorisme yang menolak keras terorisme.

4. John Feeley

instagram embed

Duta besar Amerika Serikat untuk Panama John Feeley mengundurkan diri pada Desember 2017 lantaran merasa tak sejalan dengan kebijakan yang dibuat oleh Trump. Kabar tersebut dibenarkan oleh Kementerian Luar Negeri AS yang menyebut Feeley mengundurkan diri karena alasan pribadi.

Sebelum menjabat sebagai duta besar AS untuk Panama, Feeley adalah pilot helikopter di Korps Marinir. Kariernya di Kemlu AS dimulai saat ia ditunjuk oleh Barack Obama untuk menjabat sebagai duta besar di Panama pada Juli 2015.

Mengutip dari Reuters, mundurnya Feeley diduga dipicu oleh perkataan Trump yang menyebut Haiti dan negara Afrika lainnya sebaga "lubang kotoran" saat menghadiri pertemuan soal imigran.

5. Patrick Kennedy

instagram embed

Pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri AS Patrick Kennedy mendadak mengundurkan diri beberapa hari sebelum Senat melantik tokoh pilihan Trump untuk menjadi Menteri Luar Negeri Rex Tillerson Januari 2017.

Melansir Washington Post, pengunduran diri Kennedy bersamaan dengan ketiga pejabat lainnya yakni Wakil Menteri Luar Negeri Urusan Administrasi Joyce Barr, Wakil Menteri Luar Negeri Urusan Konsuler Michele Bond, dan Direktur Urusan Kantor Misi Amerika di Luar Negeri Gentry Smith.

Kennedy harus melepas jabatan yang sudah ia duduki selama delapan tahun sejak masa kepemimpinan Presiden Barack Obama. Pengunduran empat pejabat senior itu diduga terakait isu kebijakan internasional. Meski begitu, alasan utama pengunduran diri mereka belum bisa dipastikan.

6. Sean Spicer

Juru Bicara Gedung Putih, Sean Spicer (Foto: Joshua Roberts/Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Juru Bicara Gedung Putih, Sean Spicer (Foto: Joshua Roberts/Reuters)

Juru bicara Gedung Putih Sean Spicer resmi mundur dari jabatannya pada Juli tahun lalu. Melansir dari AP, keputusan tersebut dilakukan setelah Trump memutuskan memilih Anthony Scaramucci sebagai juru bicara Gedung Putih.

Selain itu, Spicer yang juga menjabat sebagai juru bicara Gedung putih ini, kerap melontarkan pernyataan kontroversial serta membuat citra pemerintahan Trump buruk di mata publik.

Kehadiran Scaramucci menggantikan Spicer diharapkan bisa membela Trump di televisi dan memperbaiki citra pemerintahannya.

Sebelumnya, Spicer sempat berkarier di Komite Nasional Republik. Dirinya memiliki kedekatan dengan kepala staf Gedung Putih Reince Priebus juga beberapa staff komunikasi Gedung Putih lainnya.

7. Andrew McCabe

Deputi Direktur FBI Andrew McCabe (Foto: Reuters/Kevin Lamarque)
zoom-in-whitePerbesar
Deputi Direktur FBI Andrew McCabe (Foto: Reuters/Kevin Lamarque)

Wakil Direktur FBI Andrew McCabe memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya pada Januari 2018, setelah Trump menuduh dirinya simpatisan Partai Demokrat.

Menurut keterangan yang tertulis di New York Times, McCabe sebenarnya enggan mundur dari jabatannya secepat ini. Namun, Direktur FBI Christopher Wray terus menekan dirinya.

Wray adalah orang pilihan Trump yang ditunjuk untuk menjabat sebagai Direktur FBI sejak Agustus 2017 lalu. Namun, Gedung Putih membantah anggapan yang menyatakan Trump berperan besar dalam pengunduran diri McCabe.

"Presiden tidak ambil bagian dari keputusan tersebut," ucap juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders.