7 Pemuda di Luwu Siramkan Air Termos ke Ibu dan 3 Balitanya, Alami Luka Bakar
·waktu baca 2 menit

Satu keluarga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan 7 pemuda di Luwu, Sulawesi Selatan. Kekerasan ini terjadi saat korban mencari jalur alternatif usai jalan utama diblokade massa pendemo.
Kasatreskrim Polres Luwu, Iptu Ibnu Robbani, mengatakan peristiwa bermula saat keluarga korban melintas di Kecamatan Walenrang Utara pada Senin, 26 Januari 2026, sekitar pukul 03.00 Wita.
Keluarga ini terdiri dari Andi Reski bersama istri dan 3 anak balita mereka.
Namun, jalan utama saat itu ditutup total oleh massa pendemo yang sedang menuntut pembentukan Provinsi Luwu Raya. Andi Reski yang menyetir mobil Hilux lalu mencoba mencari jalur alternatif melalui Lorong Karumbing, Desa Marabhana.
Nyaris Senggol Motor
Dalam perjalanan, mobil nyaris menyenggol sebuah sepeda motor yang dikendarai seorang pemuda. Meski Andi Reski telah berhenti dan meminta maaf, mereka tetap diikuti hingga tiba di Kelurahan Bosso.
Mobil keluarga kecil itu kemudian diadang dan kaca kanan dilempari batu oleh sejumlah pemuda. Andi Reski dipukul di bagian kepala yang mengakibatkan luka robek di alis dan memar di mata kanan.
Siramkan Air Termos ke Balita
Ibnu menjelaskan, salah satu pelaku kemudian menyiramkan air panas dari termos ke arah istri dan anak-anak Andi. Kejadian itu menyebabkan luka bakar serius pada tiga anak tersebut.
Mobil Hilux yang dikendarai keluarga Andi Reski juga turut mengalami kerusakan berat. Kacanya dipecahkan di beberapa bagian.
"Korban mengalami kerugian materil sekitar Rp 40 juta," ucap Ibnu saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (27/1).
Korban yang mengalami luka bakar adalah istri Andi Reski, yaitu Andi Aminah (44) beserta tiga anaknya yang masing-masing berusia 4 tahun, 2 tahun, dan 8 bulan.
Anak-anak tersebut mengalami luka bakar parah setelah disiram air panas oleh pelaku. Saat ini para korban menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
"Korban anak (balita) mengalami luka bakar karena disiram air termos," kata Ibnu.
7 Pelaku Ditangkap
Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu menegaskan pihaknya tidak akan mentoleransi aksi main hakim sendiri. Ia menyebut tingkah laku pelaku adalah kejahatan kejam.
"7 Pelaku kami sudah tangkap. Ini tindakan sangat kejam. Tidak ada pembenaran untuk kekerasan dalam kondisi apa pun, apalagi terhadap perempuan dan anak," ujar Adnan.
