Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
29 Ramadhan 1446 HSabtu, 29 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
70 Orang Tewas dalam Bentrokan Pasukan Suriah dan Loyalis Assad
7 Maret 2025 13:06 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Lebih dari 70 orang terbunuh dan puluhan lainnya terluka dalam bentrokan antara pasukan keamanan pemerintah Suriah dan militan loyalis Bahsar al-Assad.
ADVERTISEMENT
"Lebih dari 70 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dan ditangkap dalam bentrokan berdarah dan penyergapan di pantai Suriah antara anggota Menteri Pertahanan dan Dalam Negeri dengan militan dari tentara rezim yang sudah tak lagi berkuasa," kata Badan Observasi Suriah untuk Hak Asasi Manusia di media sosial X, dikutip dari AFP, Jumat (7/3).
Dikatakan sebelumnya bahwa bentrokan antara pasukan pemerintah dan loyalis Assad menewaskan 48 orang di kota pesisir Jableh dan desa-desa sekitarnya. Bentrokan itu merupakan yang paling keras terhadap pemerintahan baru sejak al-Assad digulingkan pada Desember 2024.
Meski demikian, jumlah total selama serangan minggu ini masih belum jelas.
Badan Observasi itu mengatakan, pasukan pro-Assad membunuh 16 pasukan keamanan. 28 pejuang yang berpihak kepada Assad dan 4 warga sipil juga terbunuh.
ADVERTISEMENT
Bentrokan sebelumnya yang berlangsung di provinsi pesisir Mediterania Latakia, rumah dari minoritas Alawite yang dianggap sebagai benteng pendukung al-Assad selama masa pemerintahannya.
Pejabat keamanan di Latakia, Mustafa Kneifati, mengatakan serangan tersebut direncanakan dengan baik.
"Beberapa kelompok sisa milisi al-Assad menyerang posisi kami dan pos penjagaan, menargetkan patroli di wilayah Jableh," kata dia.
"Serangan itu mengakibatkan banyak martir dan korban luka di antara pasukan kami," kata Kneifati tanpa mengungkapkan jumlah korban.
Kneifati mengatakan, pasukan keamanan akan bekerja untuk menghilangkan kehadiran pasukan pro-Assad.
"Kami akan mengembalikan stabilitas di wilayah dan melindungi properti rakyat kami," ungkapnya.