788 Personel Polisi Dikerahkan Amankan Demo di Kantor Gubernur Jateng

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Apel pasukan pengamanan aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin (24/8/2026). Foto: Dok. Polrestabes Semarang
zoom-in-whitePerbesar
Apel pasukan pengamanan aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin (24/8/2026). Foto: Dok. Polrestabes Semarang

Polrestabes Semarang menerjunkan 788 personel untuk mengawal aksi demonstrasi yang digelar mahasiswa BEM Universitas Diponegoro (Undip) di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (24/8).

Sebelum pengamanan, personel mengikuti apel kesiapan di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan. Apel tersebut dipimpin Kabagops Polrestabes Semarang AKBP Asep Supiyanto.

Selanjutnya, anggota ditempatkan sesuai ploting di kawasan Kantor Gubernur Jawa Tengah, gerbang DPRD, gerbang belakang, serta sejumlah titik pengamanan lainnya.

Kasihumas Polrestabes Semarang Kompol Riki Fahmi Mubarok mengatakan, seluruh personel diinstruksikan mengutamakan komunikasi, tidak mudah terprovokasi, serta bertindak secara bertahap dan proporsional sesuai kondisi di lapangan.

"Kami pastikan seluruh anggota memahami tugas dan bekerja sesuai SOP serta tetap mengedepankan pendekatan humanis," ujar Riki kepada wartawan, Senin (24/8).

Apel pasukan pengamanan aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin (24/8/2026). Foto: Dok. Polrestabes Semarang

Ia memastikan tidak ada anggota yang membawa senjata api dalam pengamanan aksi tersebut.

"Pengamanan kami awali dengan apel kesiapan dan pengecekan personel. Tidak ada personel yang membawa senjata api," tegasnya.

Ia menyebut aksi tersebut diperkirakan diikuti sekitar 300 mahasiswa. Mereka akan membawa sejumlah aspirasi terkait pemerintah dan berbagai isu sosial.

"Kami mengutamakan dialog dan komunikasi agar penyampaian aspirasi berlangsung damai tanpa mengganggu aktivitas masyarakat," kata dia.

Meski begitu, ia mengimbau mahasiswa menyampaikan pendapat secara tertib. Masyarakat pengguna jalan juga diminta mengikuti arahan petugas.

"Prinsipnya kami hadir untuk memberikan rasa aman kepada semua pihak," kata Riki.