8 Kader NU yang Mengisi Jabatan di Pemerintahan Jokowi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kantor Nahdlatul Ulama (NU).
 Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kantor Nahdlatul Ulama (NU). Foto: Shutterstock

Pernyataan Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj bahwa seluruh jabatan keagamaan di Indonesia harus dijabat oleh kader NU menuai polemik. Selain itu, Said Aqil juga menyebut, jika jabatan keagamaan tidak dipegang NU justru bakal menjadi salah.

Representasi NU memang selalu ada dalam tiap kali pemerintahan, khususnya di kabinet. Di dua periode pemerintahan, Presiden Jokowi juga selalu memasukkan kader NU di kabinetnya.

Siapa saja mereka?

1. M Nasir

Menristekdikti M. Nasir. Foto: Phaksy Sukowati/kumparan

M Nasir ditunjuk Jokowi sebagai Menristekdikti Kabinet Kerja periode 2014-2019. M Nasir pernah menjadi Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip pada 2010-2014 dan juga menjadi Pembantu Rektor II Undip.

M Nasir diketahui masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Sementara di NU, M Nasir pernah menjadi anggota Lembaga NU Jawa Tengah periode 1998-2004, anggota Lembaga Maarif NU Jawa Tengah periode 2004-2006, dan Penasehat Ikatan Sarjana NU Jawa Tengah sejak 2014 hingga saat ini.

2. Hanif Dhakiri

Muhammad Hanif Dhakiri pada seminar satu hari BPJS Ketenagakerjaan di Gedung Permata Kuningan, Kuningan, Jakarta, Jumat (15/11). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Hanif Dhakiri ditunjuk Jokowi sebagai Menaker Kabinet Kerja periode 2014-2019. Dalam sebuah kesempatan, Hanif mengungkapkan sudah mengenal NU sejak kecil.

Kedua orang tuanya aktif di NU, begitu pula dengan kakeknya. Sejak kecil, ia sudah sering diajak orang tuanya mengikuti kegiatan rutin NU.

Ia juga pernah aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), yang merupakan organisasi mahasiswa berafiliasi pada kultur NU.

3. Imam Nahrawi

Eks Menpora Imam Nahrawi menjalani sidang dengan agenda mendegarkan saksi di Pengadilan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (11/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Jokowi menunjuk Imam Nahrawi sebagai Menpora. Sama seperti Hanif Dhakiri, Imam juga dibesarkan dalam keluarga yang aktif di NU.

Pada usia 24 tahun, Imam menjadi Ketua Umum PMII Jawa Timur, organisasi mahasiswa yang berafiliasi pada NU.

Ketika menjadi Sekjen PKB, Imam pernah meminta para kader tidak boleh ragu atau malu memproklamirkan diri sebagai warga NU atau PKB. Hal itu ditunjukkan dengan wajib mutlak bagi kader PKB untuk menyebarkan stiker yang bertuliskan 'Aku Bangga Jadi Warga NU' dan 'Aku Bangga Jadi Warga PKB', minimal tertempel di 10 rumah tetangga terdekat.

4. Marwan Ja'far

Ketua LPP DPP PKB, Marwan Jafar dalam Bimbingan Teknis Calon Anggota Legislatif DPR RI - DPRD provinsi DKI Jakarta. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Marwan ditunjuk Jokowi menjadi Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi pada pertama meski belakangan ia kena reshuffle. Pada masa kuliah, Marwan aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan dan organisasi NU.

Ia pernah menjabat Ketua PMII DIY dan juga pernah menjadi Wakil Ketua Lembaga Perekonomian PBNU.

5. Lukman Hakim Saifuddin

Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Foto: Nugroho Sejati / Kumparan

Jokowi menunjuk Lukman Hakim Saifuddin sebagai Menteri Agama. Pada masa pemerintahan Presiden SBY, Lukman ditunjuk menggantikan Suryadharma Ali yang menjadi tersangka dugaan korupsi dana dan fasilitas ibadah haji tahun anggaran 2012-2013.

Keterlibatan Lukman di NU dimulai sejak mula. Ia ditunjuk sebagai Wakil Sekretaris Pimpinan Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU (LKKNU) pada 1985-1988. Ia kemudian menjadi Wakil Sekretaris Lajnah Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU.

Ia terus aktif ketika ditunjuk menjadi Kepala Bidang Administrasi Umum, Koordinator Program Kajian dan Penelitian, Koordinator Program Pendidikan dan Pelatihan, hingga menjadi Ketua Badan Pengurus periode 1996-1999.

6. Khofifah Indar Parawansa

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat Panen Raya di Kabupaten Gresik. Foto: Kementan RI

Khofifah ditunjuk sebagai Menteri Sosial pada periode pertama Jokowi. Di tengah jalan, Khofifah mundur sebagai Mensos karena memutuskan maju sebagai cagub Jatim di Pilgub 2018. Ia kemudian menang dan hingga saat ini masih menjabat Gubernur Jatim

Khofifah pernah mengemban amanah sebagai Ketua Umum Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Ia kemudian aktif di PMII Surabaya dan berhasil menjadi perempuan pertama yang menjadi ketua umum PMII.

Khofifah kemudian aktif dalam organisasi sayap NU, yaitu Muslimat NU, hingga akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum PP Muslimat NU selama 4 periode sejak tahun 2000 dan masih memimpin hingga saat ini.

7. Yaqut Cholil Qoumas

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Foto: Dok. kemendag

Pria yang akrab disapa Gus Yaqut ini menjadi Menteri Agama menggantikan Fachrul Razi yang di-reshuffle oleh Jokowi. Ia tumbuh di lingkungan pondok pesantren.

Pada masa kuliah, Gus Yaqut aktif di PMII Depok. Ia juga aktif sebagai Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor periode 2011-2016.

Ia kemudian secara aklamasi diamanahi sebagai Ketua Umum PP GP Ansor periode 2015-2020 pada Kongres XV di Pondok Pesantren Pandanaran, Yogyakarta.

8. Ma'ruf Amin

Wakil Presiden Ma'ruf Amin Pimpin Ratas Terkait PPKM Secara Virtual. Foto: Setwapres

Wakil Presiden Ma'ruf Amin juga sejak muda sudah aktif di NU. Ketika NU masih merupakan partai politik yang aktif, Ma'ruf menjadi anggota DPR terpilih dalam pemilihan legislatif 1971.

Sebelum jadi anggota DPR, Ma'ruf bahkan sudah sering duduk dalam berbagai jabatan organisasi sayap NU. Seperti Ketua GP Ansor Jakarta pada 1964-1966, Ketua NU Jakarta pada 1966-1970, Wakil Ketua Wilayah NU Jakarta pada 1968-1976.

Ma'ruf juga menjadi anggota Pengurus Lembaga Da'wah PBNU Jakarta periode 1977-1989, Katib Aam Syuriah PBNU periode 1989-1994, Rois Syuriah PBNU periode 1994-1998, Mustasyar PBNU pada 1998, dan Rais Aam Syuriah PBNU periode 2015-2018.