8 Ledakan Terdengar di Sekitar PLTN Zaporizhzhia Ukraina, Rusia: Itu Provokasi
·waktu baca 2 menit

Badan Energi Atom Internasional PBB (International Atomic Energy Agency/IAEA) melaporkan adanya beberapa ledakan kuat di sekitar area pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia di Ukraina.
Area dengan PLTN terbesar di Eropa itu sebelumnya menjadi salah satu wilayah yang dianeksasi Rusia pada September 2022 lalu.
Laporan adanya suara ledakan di sekitar PLTN Zaporizhzhia disampaikan oleh Kepala IAEA, Rafael Grossi, dalam keterangannya yang dirilis pada Kamis (26/1).
“Kemarin, delapan ledakan kuat terdengar sekitar pukul 10 pagi waktu setempat, menyebabkan jendela-jendela kantor di PLTN tersebut bergetar, dan lebih banyak lagi yang terdengar hari ini,” tutur Grossi.
Pernyataan Grossi kemudian ditepis oleh seorang penasihat Kepala Rosenergoatom, Renat Karchaa. Rosenergoatom adalah salah satu perusahaan raksasa yang mengoperasikan pembangkit nuklir Rusia.
Menurut Karchaa, tudingan Grossi tidak berdasar dan tidaklah benar. “Saya hanya bisa menggambarkan ini sebagai sebuah provokasi,” ujarnya, seperti dikutip dari TASS.
“Sebelum Anda memberikan informasi seperti itu, Anda harus memeriksanya dan memastikan bahwa itu bukan berdasarkan rumor,” sambung Karchaa.
Karchaa lalu melontarkan kritik pedas terhadap Grossi dan negara Barat lain yang cenderung menganggap Rusia tidak mampu menjaga keamanan nuklir serta mengabaikan konsekuensinya.
“Di satu sisi, mereka ingin menunjukkan bahwa mereka melakukan sesuatu yang berguna. Di sisi lain, mereka kembali menebarkan keraguan dalam opini publik Barat bahwa entah bagaimana Rusia tidak dapat menangani keamanan nuklir,” kritik dia.
Sebelumnya, pasukan Rusia telah berhasil menguasai wilayah Zaporizhzhia pada Maret 2022 — tak lama usai operasi militer khusus diluncurkan ke Ukraina.
Namun, sudah berbulan-bulan berlalu, ledakan atau serangan di sekitar PLTN itu kerap terjadi — dan baik Moskow maupun Kiev saling tuduh terkait siapa yang meluncurkan tembakan.
Hingga akhirnya, kedua pihak sepakat untuk mengizinkan IAEA untuk menempatkan para ahlinya di lima stasiun nuklir di Ukraina, termasuk di Zaporizhzhia.
Sementara itu, Grossi mengatakan, para pengawas IAEA secara rutin melaporkan adanya ledakan-ledakan yang acap kali terjadi di sekitar PLTN Zaporizhzhia — tanpa mengetahui siapa yang melakukannya.
Terkait ledakan terbaru kali ini, Grossi dalam pernyataannya mengatakan bahwa dia hendak mendiskusikan penerapan zona keamanan di sekitar PLTN Zaporizhzhia dengan bantuan Uni Eropa di Brussels pada pekan ini.
Dalam konteks yang sama, pihak IAEA pun akan mengadakan pembicaraan baru dengan Moskow.
Selama ini, Moskow senantiasa bersikeras memastikan negara Barat bahwa mereka mempertahankan standar keamanan dan terus bekerja sama dengan IAEA sesuai prosedur agar keamanan wilayah Eropa dapat terjaga.
