8 Nelayan WNI yang Hilang Dihantam Badai di Samudra Hindia Dikhawatirkan Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para nelayan Indonesia berdiri di sebuah pantai di Pulau Bedwell, 313 km (194 mil) sebelah barat Broome, Australia, pada Senin (17/4/2023). Foto: Otoritas Keselamatan Maritim Australia via AP
zoom-in-whitePerbesar
Para nelayan Indonesia berdiri di sebuah pantai di Pulau Bedwell, 313 km (194 mil) sebelah barat Broome, Australia, pada Senin (17/4/2023). Foto: Otoritas Keselamatan Maritim Australia via AP

Nasib delapan nelayan WNI yang hilang akibat hantaman badai di Samudra Hindia samar. Mereka dikhawatirkan kehilangan nyawa.

Keterangan itu disampaikan otoritas Australia pada Rabu (19/4). Australia adalah pihak menyelamatkan 11 nelayan lainnya yang terdampar akibat hantaman Badai Ilsa pekan lalu.

"Delapan nelayan Indonesia dikhawatirkan kehilangan nyawa akibat tenggelam dan 11 lainnya berhasil kami selamatkan usai enam hari tanpa makan dan minum di pulau tandus lepas pantai barat daya Australia," ujar keterangan otoritas Australia seperti dikutip dari Associated Press.

Kapal nelayan Indonesia berdiri di sebuah pantai di Pulau Bedwell, 313 km (194 mil) sebelah barat Broome, Australia, pada Senin (17/4/2023). Foto: Otoritas Keselamatan Maritim Australia via AP

Menurut keterangan Otoritas Keselamatan Maritim Australia ada dua kapal nelayan tradisional yang tersapu Badai Ilsa di tengah Samudra Hindia. Badai itu merupakan yang terkuat dalam delapan tahun dengan kecepatan angin maksimal mencapai 289 kilometer per jam

"Salah satu kapal, Putri Jaya, tenggelam saat kondisi cuaca ekstrem antara tanggal 11 atau 12 April, saat itu Ilsa sedang kuat-kuatnya di atas Samudera Hindia," papar otoritas Australia.

Sedangkan kapal selamat teridentifikasi sebagai Express 1. Kapal itu berisi 10 nelayan dan terdampar di pulau tandus Bedwell pada 12 April.

Para nelayan Indonesia berdiri di sebuah pantai di Pulau Bedwell, 313 km (194 mil) sebelah barat Broome, Australia, pada Senin (17/4/2023). Foto: Otoritas Keselamatan Maritim Australia via AP

Menurut keterangan pihak Australia ada satu nelayan kapal Putri Jaya berhasil selamat. Dia sempat terombang-ambing selama 30 jam di lautan sebelum akhirnya terdampar di Bedwell.

Menurut keterangan Direktur Perlindungan WNI Kemlu Judha Nugraha, nelayan yang terdampar berasal dari Rote Ndao, Provinsi NTT. Dalam waktu dekat belasan nelayan selamat akan dipulangkan ke Indonesia.

"Para nelayan tersebut telah menjalani pemeriksaan kesehatan di rumah sakit Broome dan dinyatakan sehat. Mereka dijadwalkan akan tiba di Darwin pada hari ini, Rabu, 19 April 2023," kata Judha dalam keterangannya, Rabu (19/4).

"Konsulat RI Darwin telah meminta akses untuk menemui para nelayan dan memberikan bantuan yang diperlukan. Konsulat RI juga akan memfasilitasi proses repatriasi para nelayan ke Indonesia. Berdasarkan koordinasi dengan instansi di Indonesia, para nelayan berasal dari Rote Ndao," papar dia.