8 Penambang Emas di Banyumas Dinyatakan Meninggal, Pencarian Dihentikan
·waktu baca 2 menit

Tim SAR gabungan memutuskan untuk menghentikan operasi pencarian terhadap 8 orang yang terjebak di dalam Tambang Emas Rakyat, Ajibarang, Kabupaten Banyumas.
Delapan warga Bogor, Jawa Barat, itu resmi dinyatakan meninggal dunia.
Berakhirnya operasi ini ditandai dengan tabur bunga, pemasangan prasasti atau nisan. Petugas, warga, dan keluarga korban juga menggelar salat jenazah di lokasi tambang. Lubang tambang ditutup dan berhenti beroperasi.
"Berdasarkan hasil analisis serta musyawarah antara Tim SAR gabungan, para ahli dan keluarga korban, maka operasi SAR dinyatakan ditutup," kata Kepala Kantor SAR Cilacap selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Adah Sudarsa, Selasa (1/8).
Namun, jika terdapat tanda atau sinyal untuk dilakukan evakuasi, bukan tidak mungkin operasi pencarian akan kembali dibuka.
"Apabila terdapat informasi dan atau adanya tanda-tanda korban untuk dapat dievakuasi, maka operasi SAR dapat dibuka kembali," jelas Adah.
Sebelumnya, 8 orang penambang itu terjebak sejak Selasa (25/7) pukul 23.00 WIB. Mereka terjebak usai lubang tambang itu dipenuhi air secara tiba-tiba.
Operasi penyelamatan sudah dilakukan selama 7 hari atau seminggu, namun belum membuahkan hasil.
Polisi telah menetapkan 4 orang tersangka dalam insiden ini, mereka merupakan pemilik lahan, pemilik lubang dan juga pemodal operasional tambang emas ilegal itu.
Para korban yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu yakni, Cecep Suriyana (29 tahun), Muhamad Rama Abd Rohman (38), Ajat (29), Mad Kholis (32), Marmumin (32), Muhidin (44), Jumadi (33) Mulyadi (40).
