8 Pendaki Gunung Bawakaraeng Dievakuasi, Alami Hipotermia hingga Asma

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebanyak delapan pendaki dievakuasi dari Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, karena mengalami gangguan kesehatan. Mereka mengalami hipotermia, asma, kram paha, hingga gejala tifus pada Senin (17/8/2026) pagi. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Sebanyak delapan pendaki dievakuasi dari Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, karena mengalami gangguan kesehatan. Mereka mengalami hipotermia, asma, kram paha, hingga gejala tifus pada Senin (17/8/2026) pagi. Foto: Dok. Istimewa

Sebanyak delapan pendaki dievakuasi dari Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, karena mengalami gangguan kesehatan. Mereka mengalami hipotermia, asma, kram paha, hingga gejala tifus.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar mengatakan delapan pendaki tersebut dievakuasi dari gunung pada Senin (17/8) pagi.

"Tim SAR Gabungan mengevakuasi delapan orang pendaki yang mengalami berbagai kondisi kesehatan di jalur pendakian Gunung Bawakaraeng," kata Arif kepada wartawan.

Sebanyak delapan pendaki dievakuasi dari Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, karena mengalami gangguan kesehatan. Mereka mengalami hipotermia, asma, kram paha, hingga gejala tifus pada Senin (17/8/2026) pagi. Foto: Dok. Istimewa

Ia mengatakan delapan pendaki tersebut mengalami kondisi berbeda, antara lain hipotermia, asma, kram paha, hingga gejala tifus. Mereka dievakuasi dalam kondisi selamat menuju Posko Registrasi Bulu Balea untuk mendapatkan penanganan medis.

"Beberapa pendaki mendapatkan penanganan dari tim medis dan selanjutnya dirujuk ke Puskesmas Tinggi Moncong sesuai kebutuhan," sambungnya.

Arif mengimbau pendaki tidak memaksakan diri jika mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan. Menurutnya, kondisi cuaca, suhu dingin, kelelahan, serta kepadatan jalur menjadi faktor yang perlu diperhatikan selama mendaki.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai semangat mengibarkan Merah Putih justru mengabaikan keselamatan diri,” imbuhnya.

Mereka mendaki untuk mengibarkan bendera Merah Putih HUT RI di atas gunung.

Sebanyak delapan pendaki dievakuasi dari Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, karena mengalami gangguan kesehatan. Mereka mengalami hipotermia, asma, kram paha, hingga gejala tifus pada Senin (17/8/2026) pagi. Foto: Dok. Istimewa

3.273 Pendaki Berada di Gunung Bawakaraeng

Berdasarkan data Kantor Basarnas Makassar, per Minggu (16/8) malam, tercatat sebanyak 3.273 pendaki berada di Gunung Bawakaraeng.

Mereka melalui sejumlah jalur pendakian, yakni 223 orang melalui registrasi Lembanna, 1.681 orang melalui Bulu Balea, 947 orang melalui Tassoso, dan 422 orang melalui Kanreapia.

"Data tadi malam sudah 3.273 pendaki. Jumlah itu terus bertambah sampai hari ini," sebutnya

Arif mengatakan ribuan pendaki tersebut diperkirakan hendak melakukan pengibaran bendera Merah Putih di puncak Gunung Bawakaraeng yang memiliki ketinggian 2.830 meter di atas permukaan laut (mdpl) dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI.

Sebanyak delapan pendaki dievakuasi dari Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, karena mengalami gangguan kesehatan. Mereka mengalami hipotermia, asma, kram paha, hingga gejala tifus pada Senin (17/8/2026) pagi. Foto: Dok. Istimewa

Untuk mendukung kegiatan tersebut, Basarnas menggelar Operasi Siaga Khusus Merah Putih. Operasi ini berlangsung pada 15-18 Agustus 2026.

Menurut Arif, operasi siaga tersebut bertujuan mengantisipasi berbagai kondisi darurat yang mungkin terjadi selama aktivitas pendakian.

"Tim SAR Gabungan akan tetap melakukan pemantauan di sejumlah titik dan selalu siap memberikan pertolongan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan," tandasnya.