8 Pengungsi Rohingya Perempuan di Lhokseumawe Aceh Kabur

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengungsi Rohingya mendengarkan seorang sukarelawan di kamp darurat setelah menyelesaikan karantina terkait virus corona Covid-19 di Lhokseumawe, provinsi Aceh, pada 12 Januari 2022. Foto: CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pengungsi Rohingya mendengarkan seorang sukarelawan di kamp darurat setelah menyelesaikan karantina terkait virus corona Covid-19 di Lhokseumawe, provinsi Aceh, pada 12 Januari 2022. Foto: CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP

Sebanyak 8 pengungsi Rohingya dilaporkan kabur dari tempat penampungan di BLK Desa Meunasah Mee Kandang, Kota Lhokseumawe, Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, mengatakan, kedelapan imigran itu diketahui kabur pada Selasa (18/1) dari tempat penampungan. “Mereka kabur dari penampungan dengan memanjat pagar,” kata Winardy, saat dikonfirmasi kumparan, Rabu (19/1).

Winardy menuturkan, kedelapan pengungsi Rohingya itu ialah Khaleda Bibi (22), Mosana Begum (18), Asma (15), Haresa Saleh Ahmad (24), Kismut Ara (12), Noor Safa (18), Noor Kayah (24), dan Samira (18).

“Semuanya berjenis kelamin perempuan,” ujarnya.

Dikatakan Winardy, pengungsi Rohingya yang mendarat di Pelabuhan Asean, Krueng Geukueh, Aceh Utara pada Kamis (30/12) itu berjumlah sebanyak 105 orang.

Setiba dari sana selanjutnya mereka di bawa ke Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Meunasah Mee Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, menggunakan bus.

Dari 105 orang itu, 8 lelaki dewasa, 80 perempuan dewasa, anak laki-laki 6, dan anak perempuan 11 orang.

“Sekarang sisanya 97 orang setelah diketahui 8 orang melarikan diri,” ungkap Winardy.

Saat ini, sebut Winardy, pihak UNHCR dan IOM akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait proses percepatan pemindahan dan memperketat penjagaan agar Imigran Rohingnya tidak ada yang melarikan diri lagi