8 Perempuan di Afrika Barat Tewas Dipaksa Minum Racun Usai Dituduh Penyihir

23 Februari 2024 2:45 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi penyihir. Foto: Zolotarevs/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyihir. Foto: Zolotarevs/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Delapan perempuan di Guinea-Bissau, Afrika Barat, tewas setelah dipaksa minum racun. Menurut salah satu pejabat senior bernama Carlos Sanha kepada AFP, insiden ini terjadi di sebuah wilayah terpencil di daerah utara pada Kamis (22/2) waktu setempat.
ADVERTISEMENT
Menurut Sanha hal ini berawal saat dua anak muda di Culade, wilayah Cacheu, tiba-tiba meninggal karena sakit. Karena hal itu, seorang pendeta animisme di sana menuduh beberapa orang perempuan berusia di atas 50 tahun sebagai penyihir yang mengakibatkan tewasnya dua anak muda itu.
Pendeta tersebut lalu memaksa mereka minum racun untuk membuktikan siapa yang merupakan penyihir. Akibatnya delapan orang tewas dan 21 orang lainnya dirawat di rumah sakit di ibu kota setempat, Sao Domingos.
"Hal ini terus terjadi di wilayah ini, di mana kepercayaan animisme tradisional masih sangat kuat. Kami bermaksud menghentikan praktik-praktik yang ada sejak zaman nenek moyang ini," kata Sanha.
"Ini menyedihkan dan tidak bisa lagi diterima di abad ke-21 ini. Kita tidak bisa langi menoleransi praktik-praktik semacam ini," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Selama pandemi COVID-19, di tahun 2021 ada empat ornag yang meninggal dengan kondisi serupa di wilayah tersebut. Hal ini membuat masyarakat sekitar khawatir dan percaya kematian akibat virus tersebut berkaitan dengan ilmu sihir.