835.400 Liter Arak Diamankan Polresta Denpasar Jelang Ramadhan

Jelang puasa, dalam pelaksanaan Operasi Pekat Agung 2018, yang dilaksanakan jajaran Polresta Denpasar selama 12 hari mulai tanggal 27 April sampai dengan 15 Mei 2018, mengungkap 130 kasus.
Di antaranya 25 kasus Narkoba, 11 kasus Curat, 8 kasus Cusa, 1 kasus Curas, 2 kasus Curanmor, 6 kasus perjudian, 3 kasus Sajam, 9 kasus Premanisme, 6 kasus Gepeng, 4 kasus Pungli, 13 Prostitusi dan terbanyak yakni temuan Miras sebanyak 42 kasus.
Disampaikan oleh Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Hadi Purnomo, untuk kasus miras sendiri barang bukti yang diamankan adalah 835.400 Liter Arak dan 111 botol minuman beralkohol tanpa izin.
"Jumlah yang banyak ini termasuk miras sebanyak 835.400 liter arak. Minuman kemasan botol 111 minumpan beralkohol impor tanpa izin yang masuk denpasar," ujar Hadi di Mapolresta Denpasar, Rabu (16/5).
Terkait adanya indikasi oplosan pada miras yang disita oleh Polresta Denpasar, Hadi menyampaikan ada pencampuran dengan air, perbandingan 1:1 yang kemudian dikirim ke Jawa.
"Untuk miras, khususnya arak, dari penyuplai di Karangasem, kami amankan 20 jirigen. Dimasukkan ke denpasar, dari Denpasar dibuat kemasan dicampur dengan air putih perbandingan 1:1, kemudian dikirim ke Jawa. Dari penyelidikan dan A1, kemudian ditangkap mulai dari penyuplai hingga pengiriman," tambahnya.

Sedang Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol I Wayan Arta Ariana menyampaikan bahwa arak yang disita tersebut berasal dari tangkapan di sekitar ByPass Cargo, Denpasar pada Sabtu (12/5) lalu.
"Kami menemukan ada truk melintas di sekitar ByPass Cargo. Berangkat dari sana kami ikuti, di TKP yang masih di sekitaran ByPass Cargo kami memantau, dan mendapatkan ada 2 orang melakukan transaksi, penyerahan dan penerimaan arak tersebut. Dan ada penyulingannya yang dicampur air mentah," ujar Wayan Arta.
Dari hasil pemeriksaan tersangka, diketahui telah beroperasi selama 3 bulan. Di mana selama ini pengiriman dilakukan bertahap agar tidak mencurigakan saat kemudian dibawa dan lolos dari pemeriksaan di Pelabuban Gilimanuk.
"Mereka sudah beroperasi 3 bulan. Mereka pintar, menitipkan barang tersebut ke kendaraan besar yang dikemas baik dan pengirimannya tidak serentak, tapi bertahap. Pengiriman rata-rata 20 jirigen yang dipecah jadi 50 botol kecil," jelasnya.

Sementara terkait pasal yang dipersangkakan, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali untuk melihat apakah ada unsur oplosan yang membahayakan pada arak tersebut.
"Kami masih akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, apakah bisa dipersangkakan dengan UU kesehatan, melihat perbuatan tersangka yang mencampur itu dengan air, apa bisa disebut minuman oplosan," tandasnya.
Sementara itu, dari 130 kasus dalam Operasi Pekat Agung 2018, tersangka yang diungkap oleh Polresta Denpasar dan Polsek jajarannya adalah 257 orang dan yang ditahan ada sebanyak 63 orang.

Kasus Narkoba Meningkat dari Tahun 2017
Sementara itu, jika dibandingkan dengan Operasi Pekat tahun 2017, tahun ini mengalami peningkatan. Di mana pada tahun 2017 yang lalu terungkap 120 kasus sementara tahun 2018 ini bertambah 10 kasus atau total 130 kasus.
Kapolresta Denpasar, Kombes PolcHadi Purnomo menyampaikan selain Miras, kasus narkoba juga perlu diatensi karena mengalami peningkatan dari sebelumnya 19 kasus menjadi 25 kasus dengan 25 orang tersangka. Termasuk salah satunya, tersangka WN Rusia sebagai bandar kokain yang diamankan Polsek Kuta.
Dari 25 kasus narkoba tersebut didapatkan barang bukti sabu sebanyak 19,39 gram, Ganja 344 gram, Kokain 3 gram, Ekstasi 45 butir, Koplo 10 butir dan peralatan sabu 3 buah.
"Peningkatan kasus di narkoba dan miras, dua kasus tersebut. Karena pemakainya meningkat. Makanya operasi ini tidak berhenti," ujarnya.
Hadi menambahkan untuk mengantisipasi ke depan, pihak Polresta Denpasar dan jajaran akan melaksanakan operasi Cipta Kondisi, dengan sasaran yang sama dengan operasi pekat.
"Untuk mengantisipasi persiapan bulan puasa, kami akan melaksanakan operasi Cipta Kondisi, dengan sasaran yang sama agar saat Puasa dan Lebaran tidak ada gangguan di Bali lebih khusus lagi di Denpasar," tegas Hadi.
