842 Kg Obat Dikirimkan dari Yogya ke Bencana Sumatera: Penghilang Nyeri-Vitamin

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemda DIY mengirimkan obat-obatan sebanyak 842 kilogram ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Senin (8/12/2025).  Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pemda DIY mengirimkan obat-obatan sebanyak 842 kilogram ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Senin (8/12/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) mengirimkan obat-obatan sebanyak 842 kilogram ke lokasi bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Senin (8/12).

Obat-obatan ini dikirim menggunakan truk melalui jalur darat dari Kompleks Kepatihan Pemda DIY.

"Wujud kepedulian, solidaritas Pemda DIY terhadap masyarakat terdampak," kata Kepala Dinas Kesehatan DIY, Gregorius Anung Trihadi.

Anung mengatakan obat-obatan ini untuk mendukung pelayanan kesehatan dasar yang mengalami gangguan.

Pemda DIY mengirimkan obat-obatan sebanyak 842 kilogram ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Senin (8/12/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Obat-obatan terdiri dari masker, obat penurun panas, penghilang rasa sakit, obat gatal, obat batuk, dan multivitamin.

Bantuan ini masing-masing untuk Sumatera Utara seberat 264 kilogram, Aceh 316 kilogram, dan Sumbar 262 kilogram.

"Sebelumnya sudah kami titipkan pada relawan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) yang sudah berangkat sebelumnya sekitar 52 kilogram," katanya.

Pemda DIY mengirimkan obat-obatan sebanyak 842 kilogram ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Senin (8/12/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Apresiasi Solidaritas Masyarakat Yogyakarta

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, yang hadir di acara pengiriman bantuan ini juga mengapresiasi solidaritas yang secara spontan dilakukan masyarakat di Yogyakarta.

"Ada warga yang saya amati di sini justru memberi makan gratis, atau apa. Ada beberapa kelompok mahasiswa yang berempati itu melalui keluarganya dikirim bantuan ke sana," kata Paku Alam.

"Buat saya ini luar biasa. Inilah Indonesia," pungkasnya.